Contoh Soal Pph Pasal 21 Upah Harian

Contoh Soal Pph Pasal 21 Upah Harian

SOAL 1 Andi dengan status menikah dengan 4 anak Istri Andi tidak bekerja Pada bulan Januari 2020 bekerja sebagai buruh harian PT ABC Ia bekerja selama 10 hari dan menerima upah harian 700.000 Hitung: a. PPh pasal 21 pada hari 1 b. PPh pasal 21 pada hari 6 c. PPh pasal 21 pada hari 7 d. PPh pasal 21 pada hari 9

Daftar Isi

1. SOAL 1 Andi dengan status menikah dengan 4 anak Istri Andi tidak bekerja Pada bulan Januari 2020 bekerja sebagai buruh harian PT ABC Ia bekerja selama 10 hari dan menerima upah harian 700.000 Hitung: a. PPh pasal 21 pada hari 1 b. PPh pasal 21 pada hari 6 c. PPh pasal 21 pada hari 7 d. PPh pasal 21 pada hari 9


Jawaban:

A.

Penjelasan:

semoga membantu ya

ಠ‿ಠ


2. Contoh soal pph pasal 21


ign In

PPh Pasal 21 : Perhitungan PPh 21 Terbaru dengan PTKP 2016

 Dian Puspa |  930375 views

Perhitungan PPh 21 2016 harus disesuaikan dengan tarif PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) 2016 yang ditetapkan Menteri Keuangan dan DJP yaitu Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016,Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 dan No. 102/PMK.010/2016 mengenai Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang berlaku sejak tahun pajak 2016. Berikut ini adalah cara menghitung PPh 21 menggunakan PTKP 2016 ( PTKP terbaru ), baik secara manual maupun secara otomatis dengan menggunakan aplikasi PPh Pasal 21 OnlinePajak.


 

PERHITUNGAN PPH 21 2016 DENGAN PTKP 2016 TERBARU

Perhitungan PPh 21 2016 selalu disesuaikan dengan tarif PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) terbaru yang ditetapkan DJP. PTKP 2016 ( PTKP terbaru ) yang tercantum padaPeraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah sebagai berikut:

Rp 54.000.000,- per tahun atau setara dengan Rp 4.500.000,- per bulan untuk wajib pajak orang pribadi.Rp   4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp    375.000,- per bulan tambahan untuk wajib pajak yang kawin (tanpa tanggungan).Rp   4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp    375.000,- per bulan tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus atau anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (orang) untuk setiap keluarga.

Adanya penyesuaian tarif PTKP 2016 ( PTKP terbaru ) tersebut, membuat cara penghitungan PPh 21 juga mengalami perubahan.

PERHITUNGAN PPH 21 2016 : KARYAWAN TETAP

Beikut ini adalah contoh-contoh penghitungan PPh 21 2016 untuk karyawan atau pegawai tetap dengan PTKP 2016 ( PTKP Terbaru ), baik secara manual maupun otomatis dengan menggunakan aplikasi OnlinePajak.

Contoh Perhitungan PPh 21 2016  Secara Manual

Berikut ini adalah contoh cara penghitungan PPh Pasal 21 secara manual:

Sita Rianti adalah karyawati pada perusahaan PT. Onix Komunika dengan status menikah dan mempunyai tiga anak. Suami Sita merupakan pegawai negeri sipil di Kementrian Komunikasi & Informatika. Sita menerima gaji Rp 6.000.000,- per bulan.

PT. Onix Komunika mengikuti program pensiun dan BPJS Kesehatan. Perusahaan membayarkan iuran pensiun dari BPJS sebesar 1% dari perhitungan gaji, yakni sebesar Rp 30.000,- per bulan. Di samping itu perusahaan membayarkan iuran Jaminan Hari Tua (JHT) karyawannya setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji, sedangkan Sita membayar iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 2,00% dari gaji. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK) dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing sebesar 1,00% dan 0,30% dari gaji.

Pada bulan Juli 2016 di samping menerima pembayaran gaji, Sita juga menerima uang lembur (overtime) sebesar Rp 2.000.000,-.

Hasilnya dalah sebagai berikut:

Gaji Pokok 6.000.000,00(i) Tunjangan Lainnya (jika ada) 2.000.000,00(ii) JKK 0.24% 14.400,00JK 0.3% 18.000,00Penghasilan bruto (kotor) 8.032.400,00Pengurangan  1.(iii) Biaya Jabatan: 5% x 8.032.400,00 = 401.620,00401.620,00 2. Iuran JHT (Jaminan Hari Tua), 2% dari gaji pokok120.000,00 3. (iv) JP (Jaminan Pensiun), 1% dari gaji pokok, jika ada60.000,00   (581.620,00)Penghasilan neto (bersih) sebulan 7.450.780,00   (v) Penghasilan neto setahun 12 x 7.450.780,00 89.409.360,00(vi)Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)54.000.000,00   (54.000.000,00)Penghasilan Kena Pajak Setahun 35.409.360,00(vii)Pembulatan ke bawah 35.409.000,00PPh Terutang (lihatTarif PPh Pasal 21)  5% x 50.000.000,00 1.770.450,00   PPh Pasal 21 Bulan Juli = 1.770.450,00 : 12 147.538,00   

 

maaf kalo salah
semoga membant

3. Hitunglah PPh pasal 21 tenaga kerja lepas satuan masa pajak Juni 2017.-Jumlah unit dihasilkan(Rp)-Upah per unit(Rp)-Upah sebulan(Rp)-Jumlah hari pengerjaan-Upah sehari-Pengurang upah sehari-Upah sehari kena pajak-PPh pasal 21 sehari-PPh pasal 21 masa Juni 2017​


kalo misal tidak ada tambahan hari, hasilnya seperti itu. karena < 450.000 tidak dikenakan pph 21

4. satrio adalah ahli dalam pembuatan tangan ia mendapat borongan pada sebuah hotel dengan upah Rp. 6.500.000 santoso bisa menyelesaikan dalan waktu 4 hari. hitunglah pph pasal 21 yang dipotong selama bekerja.​


Jawaban:

Upah : 6.500.000

Melebihi 4.500.000

Perhitungan Pajaknya : 5% x (Upah - PTKP/hari)

PTKP Perhari : 54.000.000 / 360 = 150.000

Total PTKP : 4 x 150.000 = 600.000

Penghasilan Kena Pajak : 6.500.000 -  600.000 = 5.900.000

Pajak Terutang : 5% x 5.900.000 = 295.000

Jadi PPh 21 yang dipotong selama bekerja sebesar Rp. 295.000

Penjelasan:

Semoga Membantu


5. Mekanisme pemungutan PPH pasal 21


Mekanisme Pemungutan PPH pasal 21 :
Pajak merupakan iuran wajib yang diberlakukan pada setiap wajib pajak atas objek pajak yang dimilikinya dan hasilnya diserahkan kepada pemerintah. Banyaknya perusahaan baru yang muncul ataupun yang sudah lama serta instansi-instansi pemerintah diharapkan memasukkan pajak yang nantinya akan digunakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Salah satu pajak yang diterapkan di Indonesia adalah pajak penghasilan (PPh) dan pajak yang berlaku bagi pegawai/karyawan adalah pajak penghasialan pasal 21. Pajak penghasilan dikenakan atas orang yang telah menerima penghasilan diatas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp 3.000.000,- dengan status TK/0. Peneliti melakukan Praktek Kerja Lapangan pada PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) selama 3 bulan dan dalam kenyataannya, praktek perhitungan PPh pasal 21 yang diberlakukan di PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) belum sesuai dengan peraturan Undang-undang pajak penghasilan (PPh) yang di berlakukan di Indonesia. Untuk itu peneliti ingin mengetahi perhitungan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 atas karyawan tetap yang bekeja di PT Pertamina Geothrmal Energy (PGE). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara; observasi pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung aktivitas perpajakan dalam perusahaan.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisa data secara Kuantitatif Komperatif dimana metode ini merupakan penelitian dengan memperoleh dengan perhitungan PPh 21 yang dilakukan oleh peneliti sesuai Undang-Undang Perpajakan yang berlaku. Dari hasil perhitungan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 yang dilaukan PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) terdapat perbedaan jumlah PPh pasal 21 yang dihitung menurut Pengaturan Umum Dalam (PUD) dan yang dihitung menurut Undang-Undang Perpajakan yang berlaku saat ini yaitu Rp. 75. 000 untuk karyawan tetap. Dari perhitungan tersebut ternyata karyawan PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) membayar PPh pasal 21 lebih besar dari apa yang seharusnya mereka bayar. Sebaiknya perusahaan mengurangi biaya pensiun dan biaya jabatan sebagai mana yang telah diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) karena biaya pajak yang akan dibayar setiap bulanyan lebih kecil jika dibandingkan dengan perhitungan yang perusahaan gunakan saat ini.


maaf kalo jawabannya kurang mendukung :)

6. jelaskan pemotongan PPh pasal 21!


pph21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan usaha/pegawai dan diperhitungkan sesuai dengan PTKP/ atau tanggungan wajib pajak tersebut dan dipungut dengan tarif progresif oleh pemerintah pusat dengan sistem pemungutan self assessment system untuk pph 21 pengusaha dan withholding assessment system untuk pph 21 pegawai.

7. iuran tabungan/tunjangan hari tua yang dibayarkan sendiri oleh pegawai dihitung dalam PPh Pasal 21 tidak?​


Jawaban:

Untuk kemudahan dan kesederhanaan, bagi pensiunan yang tidak mempunyai penghasilan selain dari pekerjaan dari satu pemberi kerja dan uang pensiun, Dana Pensiun menghitung pemotongan PPh Pasal 21 atas uang pensiun pada tahun pertama pegawai menerima uang pensiun dengan berdasarkan pada gunggungan penghasilan neto dari pemberi kerja sampai dengan pensiun dan perkiraan uang pensiun yang akan diterima dalam tahun kalender yang bersangkutan.

Dihitung kak.


8. Berikan contoh pph pasal 21 dan 25 dalam kehidupan sehari hari


Jawaban:

membenuh,membuly semoga membantu anak g0bl0k


9. Tuan Joko, pegawai harian lepas. Upah sehari 600 ribu. Bekerja selama 3 hari. Berapakah PPh Pasal 21 setiap harinya?


Penjelasan:

PPh 21 harus dipotong sebesar upah harian atau rata-rata upah harian dikurangi Rp450.000, lalu dikalikan 5% jika, Upah harian atau rata-rata upah harian sudah lebih dari Rp450.000 tetapi jumlah kumulatif dalam satu bulan kalender belum melebihi Rp4.500.000.


10. penghasilan yang termasuk objek PPH pasal 21 pajak penghasilan pasal 21 adalah


penghasilan yg termasuk objek PPh pasal 21 diantaranya:
gaji, upah, tunjangan,honorium,komisi,bonus.
hadiah dari undian.
laba usaha.

11. Berikan contoh pph pasal 21 perseorangan & badan​


Jawaban:

PPh 21 adalah segala bentuk penghasilan yang diterima orang pribadi Wajib Pajak dalam negeri sebagai karyawan/ pegawai, pensiunan, bukan pegawai, tenaga kerja lepas, tenaga ahli ataupun lainnya berupa gaji, tunjangan, upah atau segala bentuk tambahan penghasilan lainnya. Dalam konteks PER-16/PJ/2016 tertulis bahwa PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa berupa gaji, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 Undang-Undang PPh.

Dalam pengertian PER-16/PJ/2016 yang perlu diperhatikan adalah “segala bentuk tambahan penghasilan”. Dari kalimat itu diartikan bahwa pemotong pajak harus memperhatikan segala bentuk penghasilan kepada Wajib Pajak Dalam Negeri, karena pemotong pajak harus melakukan pemotongan pajak atas penghasilan yang diberikan, kecuali penghasilan yang tidak dipotong pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku.


12. Contoh soal menghitung Pph pasal 21


Budi bekerja disebuah perusahaan dengan gaji pokok 6000000 , JHT 2% , JKK 2,5% , tunjangan transport 300000 dibayarkan oleh pemberi kerja . Dan Dana pensiun 25.000 dibayar sendiri oleh WP , hitung PPh pasal 21 .

13. pada saat kapan terutangnya pasal PPH 21​


Penghasilan pasal 21 terutang adalah pada saat dilakukan pembayaran atau pada saat terutangnya pajak penghasilan yang bersangkutan dan PPh 21 terutang bagi pemotong untuk setiap masa pajak.

Jawaban:

PPh Pasal 21 terutang bagi pemotong untuk setiap masa pajak. Saat terutang untuk setiap masa pajak adalah akhir bulan dilakukannya pembayaran atau pada akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan.

Penjelasan:

bantu follow


14. Daftar gaji dan upah PT Locksamawe sebesar Rp. 5.500.000,00 dengan PPh pasal 21 Rp. 1.250.000,00. Untuk pembagian PPh pasal 21, bahwa upahnyan 75 % ditanggung perusahaan dan 25% ditanggung karyawan.Berapa besar gaji dan upah yang harus di tangung perusahaan.....?​


Jawaban:

Pph yang dibayar perusahaan = 75% x 1.250.000 = 937.500

Gaji dan upah yg ditanggung perusahaan = 5.500.000 + 937.500 = 6.437.500

Penjelasan:


15. Haryono karyawan tidak tetap pada PT Libra menerima upah harian. Pada bulan Mei 2018 Haryono bekerja selama 24 hari dengan upah harian Rp 350.000,-. Haryono status kawin, tanpa anak, tanpa tanggungan. Hitung PPh pasal 21 Haryono untuk tahun 2018.​tlong di jwb


Penjelasan:

Untuk menghitung PPh pasal 21 Haryono untuk tahun 2018, pertama-tama Anda perlu mengetahui tarif PPh pasal 21 yang berlaku pada tahun tersebut. Pada tahun 2018, tarif PPh pasal 21 untuk orang yang tidak memiliki tanggungan (seperti Haryono) adalah 5% untuk gaji hingga Rp. 50.000.000 per tahun.

Setelah mengetahui tarif PPh pasal 21 yang berlaku, selanjutnya Anda dapat menghitung PPh pasal 21 Haryono dengan mengalikan jumlah gaji Haryono dengan tarif PPh pasal 21 tersebut. Karena Haryono bekerja selama 24 hari dengan upah harian Rp. 350.000,-, maka total gaji Haryono untuk bulan Mei 2018 adalah 24 x Rp. 350.000,- = Rp. 8.400.000,-.

Setelah mengetahui total gaji Haryono untuk bulan Mei 2018, selanjutnya Anda dapat menghitung PPh pasal 21 Haryono dengan mengalikan total gaji tersebut dengan tarif PPh pasal 21 yang berlaku, yaitu 5%. Dengan demikian, PPh pasal 21 Haryono untuk bulan Mei 2018 adalah Rp. 8.400.000,- x 5% = Rp. 420.000,-.

Sebagai catatan, tarif PPh pasal 21 dapat berubah setiap tahun. Jadi pastikan untuk menggunakan tarif PPh pasal 21 yang sesuai dengan tahun yang bersangkutan saat menghitung PPh pasal 21.


16. ketentuan pph pasal 21??


1.Perhitungan otomatis dan akurat. Perhitungan PPh 21 di OnlinePajak selalu disesuaikan dengan peraturan pajak terbaru ( termasuk peraturan tentang PTKP terbaru / PTKP 2016 ) dan tarif dasar progresif. Tinggal masukan saja data gaji karyawan, dalam satu klik dan kurang dari 1 menit perhitungan PPh 21 jadi secara otomatis dan akurat! Tak perlu instalasi software atau update apapun. Aplikasi OnlinePajak berbasis online, sehingga update software dilakukan secara otomatis.
2.Fitur karyawan tetap dan tidak tetap. Selain fitur karyawan tetap yang menerima gaji bruto (gross), fitur PPh 21 OnlinePajak kini telah dilengkapi dengan fitur karyawan tetap yang menerima tunjangan pajak (gaji bersih atau gross up), fitur karyawan tidak tetap berkesinambungan dan tidak berkesinambungan, tenaga ahli dan lain-lain. Cukup pilih status karyawan Anda, perhitungan pajak mereka akan dilakukan secara otomatis dan akurat sesuai dengan peraturan yang berlaku. 
3.Metode perhitungan gaji bersih dan kotor. Tinggal pilih metode perhitungannya gaji bersih (netto/gross up) atau gaji kotor (gross), perhitungan PPh 21 langsung jadi otomatis dan akurat.
Dilengkapi fitur BPJS, bonus, pensiun dan pesangon. Aplikasi PPh 21 OnlinePajak juga dilengkapi fitur perhitungan pajak untuk BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, bonus, pensiun dan pesangon dengan perhitungan persentase yang akurat. 
4.Slip gaji elektronik 1 klik. Buat slip gaji elektronik secara otomatis begitu Anda selesai membuat laporan PPh 21. Hemat waktu dan kertas. Tinggal kirim file PDF slip gaji ke email karyawan-karyawan Anda dalam satu klik!    
Buat e-SPT dan bukti potong PPh 21 otomatis. Dapatkan laporan e-SPT dan bukti potong PPh 21 secara otomatis hanya dalam 1 klik dan bisa langsung eFiling gratis dengan OnlinePajak dalam satu aplikasi terpadu! 
Impor data dari software lain. Tak perlu input data karyawan satu per satu, cukup impor data file CSV dari e-SPT atau software HR Anda ke aplikasi PPh 21 OnlinePajak. 
5.Perhitungan PPh 21 bulanan sampai tahunan. Kapan pun awal periode kontrak karyawan, perubahan gaji karyawan atau membuat perhitungan PPh 21 tahunan, aplikasi PPh 21 OnlinePajak dapat membuat perhitungannya secara otomatis dan akurat. 
6.Akses multi-users dan multi-companies. Undang kolega-kolega di kantor-kantor cabang mana pun secara tak terbatas untuk menggunakan OnlinePajak dari mana saja dan kapan saja. 
7.Bisa langsung buat ID Billing, setor online dan e-Filing Gratis. Buat ID Billing, setor online dengan fitur BNI dan CIMB Niaga, serta efiling PPh 21 Anda dalam satu aplikasi terpadu, tanpa perlu datang dan antrie di KPP dan dapatkan bukti e-Filing elektronik (NTTE) Anda. 

17. contoh soal dan jawaban PPh pasal 21 untuk tenaga kerja lepas harian dan calon pegawai​


Jawaban:

contoh soal dan jawaban terkait PPh Pasal 21 untuk tenaga kerja lepas harian dan calon pegawai:

Soal:

1. Bagaimana perbedaan perlakuan PPh Pasal 21 antara tenaga kerja lepas harian dengan calon pegawai?

a. Tenaga kerja lepas harian dan calon pegawai dikenakan tarif PPh yang sama.

b. Tenaga kerja lepas harian dikenakan tarif PPh Pasal 21, sedangkan calon pegawai tidak.

c. Tenaga kerja lepas harian dikenakan tarif PPh Pasal 21 dengan persyaratan tertentu, sedangkan calon pegawai dikenakan tarif PPh Pasal 21 standar.

d. Tenaga kerja lepas harian dan calon pegawai tidak dikenakan tarif PPh Pasal 21.

Jawaban: b. Tenaga kerja lepas harian dikenakan tarif PPh Pasal 21, sedangkan calon pegawai tidak.

Soal:

2. Apakah tenaga kerja lepas harian dan calon pegawai harus melaporkan PPh Pasal 21 secara mandiri ke Direktorat Jenderal Pajak?

a. Ya, keduanya harus melaporkan PPh Pasal 21 sendiri.

b. Tenaga kerja lepas harian harus melaporkan sendiri, sedangkan calon pegawai tidak.

c. Calon pegawai harus melaporkan sendiri, sedangkan tenaga kerja lepas harian dilaporkan oleh tempat kerja.

d. Tidak, keduanya tidak perlu melaporkan PPh Pasal 21 secara mandiri.

Jawaban: a. Ya, keduanya harus melaporkan PPh Pasal 21 sendiri.

Soal:

3. Bagaimana perhitungan PPh Pasal 21 untuk tenaga kerja lepas harian?

a. Tarif PPh Pasal 21 dihitung berdasarkan total penghasilan setahun dikurangi dengan biaya jabatan dan PTKP.

b. Tarif PPh Pasal 21 dihitung berdasarkan total penghasilan setahun dikali tarif PPh Pasal 21.

c. Tarif PPh Pasal 21 dihitung berdasarkan total penghasilan setahun dikurangi dengan tarif PPh Pasal 21.

d. Tarif PPh Pasal 21 dihitung berdasarkan total penghasilan setahun dikali persentase PPh Pasal 21.

Jawaban: a. Tarif PPh Pasal 21 dihitung berdasarkan total penghasilan setahun dikurangi dengan biaya jabatan dan PTKP.

Jawaban:

Soal 1

Gaji harian seorang tenaga kerja lepas harian adalah Rp 150.000. Ia bekerja selama 20 hari dalam satu bulan. Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong?

Jawaban 1

PPh Pasal 21 = (Gaji harian - PTKP) x Jumlah hari

PPh Pasal 21 = (Rp 150.000 - Rp 4.500.000) x 20

PPh Pasal 21 = (Rp 150.000 - Rp 4.500.000) x 20 = Rp 2.910.000

Soal 2

Seorang calon pegawai memiliki gaji pokok bulanan sebesar Rp 6.000.000. Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong?

Jawaban 2

PPh Pasal 21 = (Gaji pokok bulanan - PTKP) x 12

PPh Pasal 21 = (Rp 6.000.000 - Rp 54.000.000) x 12

PPh Pasal 21 = (Rp 6.000.000 - Rp 54.000.000) x 12 = Rp 600.000

Soal 3

Gaji harian seorang tenaga kerja lepas harian adalah Rp 200.000. Ia bekerja selama 25 hari dalam satu bulan. Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong?

Jawaban 3

PPh Pasal 21 = (Gaji harian - PTKP) x Jumlah hari

PPh Pasal 21 = (Rp 200.000 - Rp 4.500.000) x 25

PPh Pasal 21 = (Rp 200.000 - Rp 4.500.000) x 25 = Rp 3.250.000

Soal 4

Seorang calon pegawai memiliki gaji pokok bulanan sebesar Rp 5.500.000. Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong?

Jawaban 4

PPh Pasal 21 = (Gaji pokok bulanan - PTKP) x 12

PPh Pasal 21 = (Rp 5.500.000 - Rp 54.000.000) x 12

PPh Pasal 21 = (Rp 5.500.000 - Rp 54.000.000) x 12 = Rp 594.000

Soal 5

Gaji harian seorang tenaga kerja lepas harian adalah Rp 180.000. Ia bekerja selama 18 hari dalam satu bulan. Berapa jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong?

Jawaban 5

PPh Pasal 21 = (Gaji harian - PTKP) x Jumlah hari

PPh Pasal 21 = (Rp 180.000 - Rp 4.500.000) x 18

PPh Pasal 21 = (Rp 180.000 - Rp 4.500.000) x 18 = Rp 2.484.000

Jangan Lupa Like, Follow, dan Jadikan Jawaban Tercerdas! Selamat Belajar :)

18. contoh soal dan jawaban PPh pasal 21 untuk tenaga kerja lepas harian dan calon pegawai​


Jawaban:

Contoh Soal dan Jawaban PPh Pasal 21 untuk Tenaga Kerja Lepas Harian dan Calon Pegawai:

Soal:

1. Apakah tarif PPh Pasal 21 yang dikenakan kepada tenaga kerja lepas harian?

Jawaban:

a. 10%

b. 15%

c. 20%

d. 25%

Jawaban yang benar: a. 10%

Penjelasan: untuk tenaga kerja lepas harian, tarif PPh Pasal 21 yang dikenakan adalah sebesar 10% dari penghasilan yang diterima.

Soal:

2. Apakah tarif PPh Pasal 21 yang dikenakan kepada calon pegawai?

Jawaban:

a. 5%

b. 10%

c. 15%

d. 20%

Jawaban yang benar: a. 5%

Penjelasan: bagi calon pegawai yang belum memiliki status sebagai pegawai tetap, tarif PPh Pasal 21 yang dikenakan adalah sebesar 5% dari penghasilan yang diterima.


19. kerjakan soal pph pasal 21


u wajib pajak pekerja bebas.

Dasar pengenaan pajak adalah 50% dari brutonya dan mengggunakan tarif sesuai dengan layer tarif pasal 17.

cth :

Seorang Pekerja bebas dengan penghasilan Rp5000.000 sebulan dan mempunyai NPWP

maka PPh 21:

50% XRp5.000.000X5%= 2.500.000x5%=125.000



20. contoh soal dan jawaban perhitungan PPh pasal 21 pegawai tetap​


Contoh soal dan jawaban perhitungan ppH pasal 21 pegawai tetap adalah:

Soal:

Seorang pegawai tetap bernama Anisa memiliki gaji bulanan sebesar Rp10.000.000. Pajak yang harus dipotong adalah sebesar 5% untuk penghasilan di bawah 50 juta. Hitunglah besarnya PPh pasal 21 yang harus dipotong dari gaji Anisa

Jawaban:

PPh pasal 21 yang harus dipotong dari gaji bulanan Anisa sebesar Rp500.000.

Penjelasan dengan langkah-langkah

Berdasarkan soal, gaji bulanan Anisa adalah Rp10.000.000, dan tarif pajak yang harus dipotong adalah sebesar 5%. Oleh karena itu, besarnya PPh pasal 21 yang harus dipotong adalah:

PPh Pasal 21 = Gaji Bulanan x Tarif Pajak

= Rp10.000.000 x 5%

= Rp500.000

Pelajari lebih lanjut Materi tentang pajak PPh https://brainly.co.id/tugas/10195519Materi tentang pajak penghasilan https://brainly.co.id/tugas/26969719Materi tentang perhitungan pajak PPh https://brainly.co.id/tugas/21695866Detail jawaban  

Kelas: 11

Mapel: Ekonomi

Bab: Bab 7 - Perpajakan dalam Pembangunan Ekonomi

Kode: 11.12.7

#TingkatkanPrestasimu #SPJ3


21. Pemotong pajak berhak mengajukan permohonan memperpanjang jangka waktu penyampaian spt tahunan pasal 21. Hal ini merupakan salah satua. Kewajiban wajib pajak pasal 21b. Hak wajib pph pasal 21c. Pemotong pph pasal 21d. Hak pemotong pph pasal 21e. Kewajiban pemotong pph​


Jawaban:

Jawabannya adalah B. Hak wajib pph pasal 21

Penjelasan:

Semoga membantu..


22. apa yang dimaksud dengan pph pasal 21?​


Adalah adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.


23. Penghasilan yang tidak termasuk obyek PPh pasal 21 (pajak penghasilan pasal 21) adalah...


Penghasilan yang tidak termasuk obyek PPh pasal 21 (pajak penghasilan pasal 21) adalah...
Jawaban: Pensiun BerkalaAkuntansi
Administrasi Pajak
PPh 21
Objek Pajak dan Bukan Objek Pajak



Penghasilan yang bukan Objek Pajak PPh 21:
1. Penerimaan dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dalam bentuk apapun yang diberikan oleh WP/ P pemerintah.
2. IIuran pensiun/ jaminan hari tua yang diberikan pemberi kerja.
3. Zakat yang diterima oleh OP atau sumbangan keagamaan
4. Beasiswa (Persyaratannya diatur peraturan kemenkeu.

24. Perbedaan PPh pasal 21, PPh pasal 22, PPh Pasal 23


1. PPh pasal 21 adalah pasal yang mengatur pajak yang dikenakan terhadap penghasilan yang diterima dari pekerjaan / jasa baik dalam hubungan kerja maupun dari pekerjaan bebas oleh WP perorangan dalam negeri.
2. PPh pasal 22 membahas tentang penghasilan yang berasal dari penjualan pada instansi pemerintah, impor, dan industri tertentu (industri rokok, industri kertas, industri otomotif, industri semen, industri baja, Pertamina Bulog untuk tepung terigu dan gula pasir).
3. PPh pasal 23 membahas tentang penghasilan yang diperoleh dari penggunaan harta atau modal (deviden, bunga, royalti, hadiah penghargaan, sewa, dan jasa).

25. Contoh soal pph pasal 22 yang dapat di kreditkan


PT ABC mempunyai penghasilan neto dari luar negeri sebwsar Rp20.000.000,00dengan pajak 40% dan penghasilan netodalam negeri sebesar Rp125.000.000,00 . Bila diasumsikan jumlah penghasilan neto sama dengan penghasilan kena pajak maka batas pph yg boleh dikreditkan adalah :
1. PPh yang dibayar diluar negeri adalah 40% xRp20.000.000,00=Rp8.000.000,00
perhitungan proporsi
PPh terutang sebesar 25%
(Rp125.000.000,00+Rp20.000.000,00) = Rp36 250.000,00
sehingga proporsi =(Rp20.000.000,00/Rp125.000.000,00)x Rp36.250.000,00=Rp5.800.000,00

26. Pph pasal 21 adalah?


PPh pasal 21 menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak 

27. Hariadi bekerja sebagai tidak tetap pada PT SINAR dengan dasar upah harian yag dibayarkan bulanan.hariadi pada bulan mei 2018 bekerja selama 25 hari kerja dengan upah sehari sebesar rp.300.00p status kawin dengan 2 ank hitunglah pph pasal 21 terutang


Penjelasan:

maaf ya kameranya buram heheheh smg membantu


28. hitunglah pph pasal 23 atas upah​


Penjelasan:

Contoh penghitungan tarif PPh 23 sebesar 2%

Apabila badan usaha tetap A menerima jasa penerjemahan dengan jumlah bruto Rp5.000.000, maka jumlah PPh yang harus dibayarkan adalah: 2% x Rp5.000.000 yaitu Rp100.000.

Contoh penghitungan Tarif PPh 23 sebesar 15%:

Apabila Ani menerima royalti atas hak yang digunakan sebesar Rp10.000.000, maka jumlah PPh yang harus dibayarkan adalah: 15% x Rp10.000.000 = Rp1.500.000


29. Apa poin penting yang membedakan antara PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23?Uraikan!​


Jawaban:

Penjelasan:

PPh pasal 21 merupakan pajak atas penghasilan, berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa, maupun kegitan yang dilakukan oleh orang pribadi dalam negeri. Sedangkan PPh 23 adalah pajak yang dikenakan untuk penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong pada PPh Pasal 21.

Umumnya penghasilan ini terjadi ketika terdapat transaksi antara pihak yang menerima penghasilan (penjual atau pemberi jasa) dan pemberi penghasilan. Di mana, pihak pemberi penghasilan akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23.

Semoga dapat membantu


30. Pak Amir mendapat upah harian sebagai tukang bangunan sebesar Rp. 200.000,-/hari,hitung berapa pajak PPh Pasal 21 yang harus dibayar  tolong di jawab yh ka...​


Jawaban:

200.000di bagi 21 sama dengan pajak dibayar sebesar 100.000


31. PT BMW mempekerjakan bu lia namun dengan upah harian. Status Bu Lia dalam PTKP adalah TK/0 (belum menikah). Bekerja selama 21 hari dengan upah Rp300.000/hari. Berapakah PPh 21 Bu Lia​


Jawaban:

PPh 21 adalah pajak penghasilan yang harus dibayar oleh wajib pajak atas penghasilan mereka. Berikut adalah cara menghitung PPh 21 Bu Lia:

   Tentukan penghasilan kotor Bu Lia selama 21 hari, yaitu: Rp300.000 x 21 hari = Rp6.300.000

   Tentukan PTKP Bu Lia, yaitu: Rp54.000.000 (tahun 2021)

   Tentukan penghasilan kena pajak (PKP) Bu Lia, yaitu: penghasilan kotor - PTKP = Rp6.300.000 - Rp54.000.000 = Rp-47.700.000 (PKP negatif, sehingga tidak terkena pajak)

Jadi, Bu Lia tidak perlu membayar PPh 21 karena penghasilannya tidak mencapai batas PTKP.


32. Buatlah 5 contoh soal pajak final pph pasal 21, 22, 23, 24 dll


Tuan cho (K/1) bekerja pada PT. SMent dengan gaji per bulan sebesar Rp. 7.000.000, tunjangan makan Rp. 250.000, dan pajak penghasilan ditanggung oleh pemberi kerja . iuran pensiun dan THT yang dibayarkan tuan cho perbulannya masing-masing sebesar Rp. 150.000 dan Rp. 100.000 berapakah PPH pasal 21 yang ditanggung tuan cho?  






33. bagi pemberi kerja yang melakukan pembayaran kepada selain pegawai tetap harus memberikan bukti pemotongan pph pasal 21 untuk setiap masa pajak pada saat...a. setiap kali melakukan pemotongan pph pasal 21b. setiap masa melakukan pemotongan pph pasal 21c. setiap bulan melakukan pemotongan pph pasal 21d. setiap akhir bulan melakukan pemotongan pph pasal 21e. setiap tanggal awal masuk kerja untuk pemotongan pph pasal 21​


Jawaban:

d. setiap akhir bulan melakukan pemotongan pph pasal 21


34. Tuan XYZ dengan status belum menikah bekerja sebagai buruh pada perusahaan jasa kontraktor dengan upah harian sebesar Rp. 400.000. Ia bekerja selama 13 hari. Sampai dengan hari ke-11, karena jumlah kumulatif upah yang diterima belum melebihi Rp4.500.000,00 maka tidak ada PPh Pasal 21 yang dipotong. Pada hari ke-12 jumlah kumulatif upah yang diterima melebihi Rp4.500.000,00, maka PPh Pasal 21 terutang dihitung berdasarkan upah setelah dikurangi PTKP yang sebenarnya. Sehingga pada hari ke-12, upah bersih yang diterima sebesar? Dikarenakan Tuan XYZ bekerja selama 13 hari, maka penghitungan PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada hari ke - 13 adalah?​


iya pertamanta harus di potong


35. Tarif PPh pasal 21??


PPh Pasal 21 Menggunakan tarif Pasal 17 yaitu

5% untuk Penghasilan 0 - 50.000.000
15% untuk Penghasilan 50.000.000 - 250.000.000
25% untuk Penghasilan 250.000.000 - 500.000.000
30% untuk penghasilan diatas 500.000.000

Perlu diingat pada saat perhitungan yang digunakan adalah selisihnya, bukan langsung menggunakan angka diatas. 

Misalnya Penghasilannnya 60 Juta
maka
5% x 50.000.000 = 2.500.000
15% x 10.000.000 = 1.500.000

PPh 21 Terhutang = 4.000.000

Mohon menandai sebagai jawaban terbaik jika berkenan, Thanks

36. jelaskan objek pph pasal 21 dan dan jelaskan yg bukan objek pph pasal 21 :)


objek yang terkena pajak penghasilan (pph) pasal 21 diantaranya :
1.) penghasilan Teratur maupun penghasilan Tidak Teratur
2.) penghasilan pegawai tidak tetap meliputi upah harian, mingguan, dan borongan
3.) premi asuransi
4.) uang tebusan pensiun, Pesangon THT, dll
5.) honorarium dengan nama dan bentuk apapun
6.) Imbalan dengan nama dan bentuk apapun


objek yang bukan pajak penghasilan (pph) pasal 21 diantaranya :
1.) beasiswa
2.) zakat yang di terima orang pribadi
3.) iuran dana pensiun
4.) penerimaan dalam bentuk natura yang diberikan oleh wajib pajak atau pemerintah.
5.) warisan
6.) modal usaha 

37. bagaimana perhitungan Pph untuk pasal 21 , 25 , dan pph Final ?


untuk pph pasal 21 ada lapisan tarifnya dari 5%-30% menurut pasal 17 uu pph
atau juknisnya di perdirjen 32 tahun 2015
pph pasal 25 cari omset dan beban
kalo menggunakak norma
lihat tabel norma pajak untuk wajib pajak menggunakan pencatatan
untuk pembukuan
diatas 4,8 milyar menggunakan tarif 25 %
untuk pph final banyak jenis
contoh untuk sewa tanah dan bangunan tarifnya 10%, kalo dijual 5%

38. apa perbedaan pph pasal 21 orang pribadi dengan pph pasal 21 badan?​


Jawaban:

Perbedaannya terletak di subjeknya, PPh 21 WP OP dikhususkan untuk orang pribadi yang bekerja, sedanagkan PPh 21 Badan dikenakan untuk badan usaha.


39. Jelaskan tentang perhitungan pph pasal 21


Perhitungan PPh 21 terbaru disesuaikan dengan tarif PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yang ditetapkan Menteri Keuangan dan DJP. Telah terbit Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016, Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.010/2016 dan No. 102/PMK.010/2016 mengenaiPenyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang berlaku untuk tahun pajak 2016.

40. 4. rosidi (tk/2) pada bulan september 2019 bekerja pada perusahaan pt asmu menerimaupah sebesar rp 240.000,00 per hari dibayarkan secara harian (freelance/harian lepas)jika rosidi mengambil uang tersebut setiap hari sabtu malahitunglah:a. jumlah pph pasal 21 yang dipotong pada minggub. jumlah pph pasal 21 yang dipotong pada minggue. jumlah pph pasal 21 yang dipotong pada minggud. jumlah pph pasal 21 yang dipotong pada minggu incatatan: jumlah hari kerja pada minggu l= 4 hari minggu i 5 hari minggu 6 hari ming5 hari​


Jawaban:

kalau gk salah D

Penjelasan:

.maaf cuman mau bntu


Video Terkait

Kategori ekonomi