Contoh Soal Dan Pembahasan Bilangan Oksidasi

Contoh Soal Dan Pembahasan Bilangan Oksidasi

contoh soal tentang reaksi oksidasi dan bilangan oksidasi

Daftar Isi

1. contoh soal tentang reaksi oksidasi dan bilangan oksidasi


Reaksi berikut yang termasuk reaksi oksidasi adalah

A. 2Na 2O > 4Na + O2
B. 2k + O2 > 2K2O
C. Cu 2O + H2 > 2 Cu + H2O
D. 2BaO2 > 2BaO + O2
E. 2Na2O2 > 2Na2O + O2

Tanda (>) tanda panah

2. contoh soal bilangan oksidasi


Soal No. 1
Tentukan bilangan oksidasi unsur S dalam senyawa H2SO4
Pembahasan
H2SO4 jika diuraikan sesuai ion-ion pembentuknya adalah:

H2SO4 → 2H+ + SO42−

Yang ditanyakan adalah biloks S, sehingga cukup melihat pada ion SO42− saja. Jumlah biloks pada ion ini harus − 2. Misal biloks S adalah x dan diingat biloks O disini adalah −2 sehingga:
x + 4(−2) = −2
x = −2 + 8 = +6

Jadi biloks S pada senyawa di atas adalah +6
Soal No. 2
Tentukan bilangan oksidasi unsur Cr dalam senyawa K2Cr2O7

Pembahasan
K2Cr2O7 terdiri atas ion K+ dan Cr2O72−.

Lihat Cr2O72− saja, misal biloks Cr adalah x:
2(x) + 7(−2 ) = −2
2x = 12
x = + 6

Biloks Cr pada K2Cr2O7 dengan demikian adalah +6

Semoga bermanfaat.

3. 10 contoh soal bilangan oksidasi


Jawaban:

1. pada reaksi : 2CO (g) + 2NO (g) ⇒ 2CO₂ (g) + N₂ (g)

perubahan bilangan oksidasi nitrogen (N) adalah +2 menjadi 0.

2. pada reaksi : 2KClO₂  2KCl + 2O₂. atom klor mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +3 menjadi -1.

3. Bilangan oksidasi P dalam PH₃ adalah -3.

4. Bilangan oksidasi I dalam H₃IO₄ adalah +5.

5. Bilangan oksidasi N dalam NH₄⁺ adalah -3.

6. Bilangan oksidasi C dalam H₂C₂O₄ adalah +3.

7. Bilangan oksidasi Na dalam Na₂O₂ adalah +2.

8. Bilangan oksidasi Br dalam KBrO₄ adalah +7.

9. Bilangan oksidasi Cr dalam Cr₂O₇²⁻ adalah +6.

10. Bilangan oksidasi S dalam Na₂S₂O₃ adalah +2.

Penyelesaian Soal :

1. Diketahui : pada reaksi : 2CO (g) + 2NO (g) ⇒ 2CO₂ (g) + N₂ (g)

Ditanya : perubahan bilangan oksidasi nitrogen (N) ?

molekul NO = biloks N + biloks O

                 0 = biloks N + (-2)

      biloks N = 0 + 2

      biloks N = +2

Molekul N₂ = 2 × biloks N

                   = 2 × 0

                   = 0

2. Diketahui : pada reaksi : 2KClO₂  ⇒  2KCl + 2O₂

Ditanya : perubahan bilangan oksidasi klor (Cl) ?

molekul KClO₂ = biloks K + biloks Cl + 2. biloks O

                      0 = 1 + biloks Cl + 2(-2)

                      0 = 1 + biloks Cl + (-4)

                      0 = biloks Cl - 3

          biloks Cl = 0 + 3

          biloks Cl = +3                        

Molekul KCl = biloks K + biloks Cl

                0  = 1 + biloks Cl

     biloks Cl = 0 - 1

     biloks Cl = -1

3. menentukan bilangan oksidasi P dalam PH₃

   biloks H = +1          (aturan biloks)

  biloks PH₃ = 0

  biloks P + (3 × biloks H) = 0

  biloks P + (3 ×(+1)) = 0

  biloks P = -3

4. menentukan bilangan oksidasi I dalam H₃IO₄

   biloks H = +1          (aturan biloks)

   biloks O = -2          (aturan biloks)

  biloks H₃IO₄ = 0

  (3 × biloks H) + biloks I + (4 × biloks O) = 0

  (3 ×(+1)) + biloks I + (4 × (-2)) = 0

  (+3) + biloks I + (-8) = 0

  biloks I + (-5) = 0

  biloks I = +5

5. menentukan bilangan oksidasi N dalam NH₄⁺

   biloks H = +1          (aturan biloks)

 

   biloks NH₄⁺= +1

   biloks N + (4 × (+1)) = +1

   biloks N + (+4) = +1

   biloks N = (+1) + (-4)

   biloks N = -3

6. menentukan bilangan oksidasi C dalam H₂C₂O₄

   biloks H = +1          (aturan biloks)

   biloks O = -2          (aturan biloks)

 

   biloks H₂C₂O₄ = 0

   (2 × biloks H) +  (2 × biloks C) + (4 × biloks O) = 0

   (2 × (+1)) +  (2 × biloks C) + (4 × (-2)) = 0

   (+2) +  (2 × biloks C) + (-8) = 0

   (2 × biloks C) + (-6) = 0

   (2 × biloks C) = +6

   biloks C = +6/2

   biloks C = +3

7. menentukan bilangan oksidasi Na dalam Na₂O₂

   biloks O = -2          (aturan biloks)

 

   biloks Na₂O₂ = 0

   (2 × biloks Na) +  (2 × biloks O) = 0

   (2 × biloks Na) +  (2 × (-2)) = 0

   (2 × biloks Na) +  (-4) = 0

   (2 × biloks Na) =  +4

   biloks Na = +4/2

   biloks Na = +2

8. menentukan bilangan oksidasi Br dalam KBrO₄

   biloks K = +1          (aturan biloks)

   biloks O = -2          (aturan biloks)

 

   biloks KBrO₄ = 0

   biloks K + biloks Br +  (4 × biloks O) = 0

   (+1) + biloks Br +  (4 × (-2)) = 0

   (+1) + biloks Br + (-8) = 0

   biloks Br + (-7) = 0

   biloks Br = +7

9. menentukan bilangan oksidasi Cr dalam Cr₂O₇²⁻

   biloks O = -2          (aturan biloks)

 

   biloks Cr₂O₇²⁻ = -2

   (2 × biloks Cr) +  (7 × biloks O) = -2

   (2 × biloks Cr) + (7 × (-2)) = -2

   (2 × biloks Cr) +  (-14) = -2

   (2 × biloks Cr) =  -2 + 14

   (2 × biloks Cr) =  +12

   biloks Cr = +12/2

   biloks Cr = +6

10. menentukan bilangan oksidasi S dalam Na₂S₂O₃

   biloks O = -2          (aturan biloks)

   biloks Na = +1          (aturan biloks)

   biloks  Na₂S₂O₃  = 0

   (2 × biloks Na) +  (2 × biloks S) +  (3 × biloks O) = 0

   (2 × (+1)) +  (2 × biloks S) +  (3 × (-2)) = 0

   (+2) +  (2 × biloks S) +  (-6) = 0

   (2 × biloks S) +  (-4) = 0

   (2 × biloks S) = +4

   biloks S = +4/2

   biloks S = +2

Pembahasan :

Aturan Biloks :

Biloks unsur bebas bentuk monoatomik, diatomik, triatomik, tetraatomik, dst, memiliki harga nol. Contoh: Fe, C, H₂, Cl₂, F₂, O₂, P₄, dan S₈. Biloks atom F adalah -1. Atom logam selalu memiliki biloks positif dengan harga sesuai dengan nomor golongannya, kecuali untuk logam transisi yang memiliki biloks lebih dari satu. Biloks atom Li, Na, K, Rb, dan Cs adalah +1. Biloks atom Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra adalah +2. Biloks atom Al adalah +3. Biloks atom H umumnya adalah +1, kecuali jika berikatan dengan unsur logam, seperti Na, biloks menjadi negatif (-1). Senyawa atom H dengan unsur logam disebut senyawa hidrida. Biloks atom O umumnya adalah -2, kecuali jika berikatan dengan atom F, atau dalam senyawaan peroksida dan superoksida. biloks atom O adalah +2 dalam OF₂, dalam senyawa peroksida (misalnya H₂O₂) berharga -1. Adapun dalam senyawa superoksida (seperti KO₂), biloks O bernilai -1/2. Jumlah seluruh biloks atom-atom penyusun satu ion sama dengan muatan ion tersebut. Contoh : S²⁻ = -2;  Fe³⁺ = +3;  MnO₄⁻ = -1;  dan Cr₂O₇²⁻ = -2. Jumlah biloks unsur unsur pembentuk senyawa netral sama dengan nol.

Pelajari Lebih Lanjut :

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/2053744

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/16080372

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/45861

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/2545758

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/4908055

Materi tentang biloks https://brainly.co.id/tugas/21441190

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Detail Jawaban :

Kelas : 10

Mapel : Kimia

Bab : 6

Kode : 10.7.6

kata Kunci : bilangan oksidasi.


4. Soal : 1. Tuliskan pengertian reduksi dan oksidasi! 2. Tuliskan syarat-syarat penentuan bilangan oksidasi yang telah kamu pelajari! 3. Tuliskan 3 contoh persamaan reaksi reduksi-oksidasi!​


Jawaban:

1.) Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion. Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.

Penjelasan:

MAAF HANYA ITU YG AKU TAU ^^

MAAF YA KAK

Jawaban:

Redoks atau redox adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.

Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana (CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.

Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:

Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion

Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.

Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi.

Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam praktiknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai “redoks” walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen).

Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis.

Reaksi redoks

Ilustrasi sebuah reaksi redoks.

Contoh reaksi redoks

Salah satu contoh reaksi redoks adalah antara hidrogen dan fluorin:


5. Bilangan oksidasi unsur....Pada zat (...) adalah….. Bilangan oksidasi unsur ……….. pada zat (...) adalah…… Bilangan oksidasi unsur ………… pada zat ( .. ) adalah…… Bilangan oksidasi unsur…………. Pada zat (...) adalah ……


Semoga Membantu

Jangan Lupa Follow Yaaa Pleaseee


6. contoh senyawa basa dari logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu adalah


Fe(CN)3
Karena kation Fe3+ dengan anion CN– dapat membentuk senyawa Fe(CN)3

7. Tuliskan contoh reaksi yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi dan yang tidak melibatkan perubahan bilangan oksidasi


Yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi yaitu :
=> Zn+ + Mn <=> Zn + Mn3+

Yang tidak melibatkan bilangan oksidasi yaitu :
=> Cl- + Na+ <=> NaCl

8. contoh soal reduksi oksidasi redoks


Contoh Oksidasi :
4Fe (s) + 3O 2 (g)----- 2Fe 2 O3 (s)
(perkaratan besi)
2Mg + O2 ---- 2MgO
CH4 + O2 ----- CO 2 + 2H 2 O
Contoh reduksi ;
Fe 2 O3 (s) + 2CO 2 (g ) ----- 2Fe (s) +
3CO 2 (pembuatan besi)
2KNO 3 ---- 2KNO 2 + O2
H2 O2 ---- H2 O + O2
.
semoga bermanfaat semangat belajar nya yah jangan lupa follow dan dijadikan jawaban terbaik Tentukan oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada masing-masing reaksi berikut!

H2S(g) + 2FeCl3(aq) → 2FeCl2(aq) + 2HCl(aq) + S(s)

Fe(OH)2(aq) + MnO4–(aq) → MnO2(aq) + Fe(OH)3(aq)

KClO3(aq) + 3S(s) → 2KCl(aq) + 3SO2(g)

2CuSO4(aq) + 4KI(aq) → 2CuI(aq) + I2(g) + K2SO4(aq)

Ag(s) + 2HNO3(aq) → AgNO3(aq) + NO2(g) + H2O(l)


9. Berikan contoh bilangan oksidasi suatu ion tunggal sama dengan muatannya !


* Ion Positif
- Na^1+ = Biloks = Muatan = +1
- Ca^2+ = Biloks = +2
- Al^3+ = Biloks = +3
* Ion Negatif
- F^1- = Biloks = -1

10. perhatikan reaksi(soal) 2.tentukan atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi3.tentukan perubahan bilangan oksidasi atom N​


Jawaban:

2. diketahui:

KMnO4 + KI + H2SO4 → MnSO4 + I2 + K2SO4 + H2O

(+1)(+7)(-2) (+1)(-1) (+1)(+6)(-2) (+2)(+6)(-2) (0) (+1)(+6)(-2) (+1)(-2)

setelah diketahui masing-masing biloks pada atom di atas, maka atom yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah:

a. atom I (iodine) dari biloks (-1) ke (0) → oksidasi

b. atom Mn (mangan) dari biloks (+7) ke (+2) → reduksi

3. diketahui:

HI + HNO2 → NO + H2O + I2

(+1)(-1) (+1)(+3)(-2) (+2)(-2) (+1)(-2) (0)

setelah diketahui masing-masing biloks pada atom di atas, maka perubahan bilangan oksidasi pada atom N adalah:

• perubahan biloks atom N dari (+3) ke (+2) → mengalami reduksi

Penjelasan:

semoga membantu ya dan mohon cross check kembali. cmiiw :)


11. Jelaskan beserta contohnya pengertian reduksi oksidasi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi!


Jawaban:

Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi, reaksi reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi


12. tuliskan contoh Bilangan oksidasi


pada golongan 1A semua bilangan oksidasinya adalah +1
dan pada golongan 2A semua bilangan oksidasinya adalah +2

13. Bilangan oksidasi unsur....Pada zat (...) adalah….. Bilangan oksidasi unsur ……….. pada zat (...) adalah…… Bilangan oksidasi unsur ………… pada zat ( .. ) adalah…… Bilangan oksidasi unsur…………. Pada zat (...) adalah ……


Jawaban:

banyak banget kok nilainya kecil tambahin dong


14. Tolong kerjakan soal kimia bilangan oksidasi? ​


saya singkat ya bilangan oksidasi=bilok
A.Cl2=0
B.k=0
C.Fe=0
D.MgCl2
bilok Mg+2bilok Cl=0
2+2bilok Cl=0
2bilok Cl=0-2=-2
bilok Cl=-2:2=-1
E.Na2O
2bilok Na+bilok O=0
2×1+(-2)=0
2+(-2)=0
0=0
Na2O=0
F.Nal
bilok Na +bilok I=0
1+bilok O=0
bilok O=0-1=-1
G.kClO2
bilok k+bilok Cl+2bilokO=0
1+bilok Cl+2(-2)=0
1+bilok Cl+(-4)=0
bilok Cl+(-4)=0-1=-1
bilok Cl=-1+4=+3
H.kClO
bilok k +bilok Cl+bilok O=0
1+bilok Cl+(-2)=0
bilok Cl+(-2)=0-1=-1
bilok Cl=-1+2=+1
I.kClO4
bilok k +bilok Cl +4bilok O=0
1+bilok Cl+4×(-2)=0
1+bilok Cl+(-8)=0
bilok Cl+(-8)=0-1=-1
bilok Cl=-1+8=+7

itu saja ya,capek ku nulis banyak sekali.

15. Bilangan oksidasi S dalam senyawa S2O72- dan cara pembahasannya !


Bilangan oksidasi S dalam  senyawa S₂O₇²⁻  adalah +6.

Pembahasan

[tex]\boxed{\boxed{\bold{Konsep~Reaksi~Oksidasi~dan~Reduksi }}}[/tex]

Terdapat tiga buah konsep reaksi oksidasi dan reduksi yaitu penggabungan dan pelepasan oksigen, pengikatan dan pelepasan elektron, dan terkakhir peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Berikut ini penjelasan lengkap tentang perkembangan konsep reduksi dan oksidasi :

[tex]\mathbf{A.~Berdasarkan~Penggabungan~dan~Pelepasan~Oksigen }[/tex]

Oksidasi adalah penggabungan (pengikatan) oksigen dengan unsur/senyawa

Reduksi adalah pelepasan oksigen dari senyawanya

Contoh reaksi oksidasi :

2Mg (s) + O2 (g) --> 2MgO (s)

CH4 (g) + 2O2 (g) ---> CO2 (g) + 2H2O (g)

2CO + O2 ---> 2CO2

Zat yang memberi oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator.

Contoh reaksi reduksi :

2CuO ---> 2Cu + O2

2PbO2 ---> 2PbO + O2

Zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi disebut reduktor.

[tex]\mathbf{B.~Berdasarkan~Pelepasan~dan~Penerimaan~Elektron }[/tex]

Oksidasi adalah pelepasan elektron (elektron terletak dikanan), sedangkan zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor.

Reduksi adalah penerimaan elektron (elektron terletak dikiri), sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator.

Contoh :

Reaksi antara Mg dan O2 membentuk MgO

Oksidasi : Mg ---> Mg2+ + e

Reduksi : ½ O2 + 2e ---> O2- +

Mg + ½ O2 ---> MgO

Mg mengalami oksidasi, jadi Mg adalah reduktor

O2 mengalami reduksi, jadi O2 adalah oksidator


[tex]\mathbf{C.~Berdasarkan~Perubahan~Bilangan~Oksidasi }[/tex]

Reaksi redoks adalah reaksi dimana terjadi perubahan biloks dari atom unsur sebelum dan sesudah reaksi, perubahan biloks tersebut berupa reaksi oksidasi yaitu kenaikan biloks dan reaksi reduksi yaitu penurunan biloks.

Oksidasi adalah pertambahan (kenaikan) bilangan oksidasi, sedangkan zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor

Reduksi adalah penurunan bilangan bilangan oksidasi, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator

[tex]\mathbf{Aturan~Penentuan~Bilangan~Oksidasi }[/tex]

1. Bilangan okidasi atom dalam unsur bebas sama dengan 0

2. Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya

3. Jumlah biloks dalam Senyawa sama dengan 0. Sedangkan Jumlah biloks dalam Ion Poliatom sama dengan Muatan Ionnya.

4. Biloks unsur-unsur golongan VII A dalam senyawa biner logam adalah -1

5. Biloks H jika berikatan dg non logam sama dengan +1. Sedangkan biloks H jika barikatan dg logam dan boron adalah -1.

6. Biloks O dalam senyawa sama dengan -2, kecuali dalam senyawa biner fluorida, peroksida, dan superoksida.

7. Biloks logam golongan IA dalam senyawa sama dengan +1

8. Biloks logam golongan IIA dalam senyawa sama dengan +2

Contoh :

a. NH₄VO₂

NH₄VO₂ ---> NH₄⁺   +    VO₂⁻

VO₂⁻

1. biloks V + 2. biloks O = -1

biloks V + 2 (-2) = -1

biloks V = +4 - 1

[tex]\boxed{\boxed{\bold{biloks~V~=~+3}}}[/tex]

b. K₄V(CN)₆

K₄V(CN)₆ ---> (K₄V)⁶⁺   +   6CN⁻

(K₄V)⁺⁶

4. biloks K + biloks V = +6

4 (+1) + biloks V = +6

biloks V = +6 - 4

[tex]\boxed{\boxed{\bold{biloks~V~=~+2}}}[/tex]

c. VSO₄

VSO₄  ---> Vᵃ⁺ + SO₄²⁻

biloks V + biloks SO₄²⁻ = 0

biloks V + (-2) = 0

[tex]\boxed{\boxed{\bold{biloks~V~=~+2}}}[/tex]

d. VOSO₄

VOSO₄  ---> (VO)²⁺ + SO₄²⁻

(VO)²⁺

biloks V + biloks O = +2

biloks V +  (-2) = +2

biloks V = +2 + 2

[tex]\boxed{\boxed{\bold{biloks~V~=~+4}}}[/tex]

e. VCl₃

biloks V + 3. biloks Cl = 0

biloks V + 3. (-1) = 0

[tex]\boxed{\boxed{\bold{biloks~V~=~+3}}}[/tex]


[tex]\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}[/tex]

Ingat :

Bilangan oksidasi (biloks) O adalah -2Jumlah bilangan oksidasi pada ion poliatom adalah sama dengan muatannya

maka,

S₂O₇²⁻

2. biloks S + 7. biloks O = muatan

2. biloks S + 7. biloks O = -2

2. biloks S + 7. (-2) = -2

2. biloks S - 14 = -2

2. biloks S = - 2 + 14

2. biloks S = + 12

biloks S = [tex]\frac{+12}{2}[/tex]

biloks S = +6


[tex]\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}[/tex]

Bilangan oksidasi S adalah +6


[tex]\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }[/tex]

Menentukan biloks Cr https://brainly.co.id/tugas/1914051 , biloks V https://brainly.co.id/tugas/19717207, Biloks S https://brainly.co.id/tugas/101027, Menentukan biloks S pada berbagai senyawa https://brainly.co.id/tugas/191403 Menentukan biloks F, N, S pada senyawa https://brainly.co.id/tugas/5688476 , https://brainly.co.id/tugas/7845301

----------------------------------------------

[tex]\mathbf{Detil~Jawaban }[/tex]

Mapel : Kimia

Bab : Reaksi redoks

Kelas : X

Semester : 2

Kode : 10.7.6

Kata kunci :  bilangan oksidasi, biloks, reduksi, oksidasi, redoks


16. Contoh reaksi oksidasi yg dotinjau dari perubahan bilangan oksidasi


- Oksidasi adalah pertambahan bilangan oksidasi

- Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi.

Zat yang atom unsurnya mengalami oksidasi disebut reduktor, sedangkan zat yang atom unsurnya mengalami reduksi disebut oksidator.
- Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi
- Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi


Contoh:

Reaksi pengambilan biji besi dari oksidanya ditunjukkan oleh reaksi berikut

Fe2O3 + 3CO → 2Fe + 3CO2

a. Tentukan zat manakah yang tereduksi dan teroksidasi b. Tentukan oksidator dan reduktor
Jawab

a. Untuk menentukan zat yang tereduksi dan zat yang teroksidasi ikuti langkah berikut:
- tentukan bilok masing-masing atom

- tentukan atom yang mengalami kenaikan bilok.

- tentukan atom yang mengalami penurunan bilok.



+3  -2      +2 -2       0      +4 -2
Fe2O3 + 3CO → 2Fe + 3CO2

Bilangan oksidasi Fe turun dari +3 menjadi 0, jadi Fe2O3 tereduksi

menjadi Fe.

Bilangan oksidasi C naik dari +2 menjadi +4, jadi CO tereduksi menjadi CO2

b.Oksidator adalah CO, reduktor adalah Fe2O

Contoh

Reaksi berikut: HI + HNO2 → NO + H2O + I2

a. Tentukan zat manakah yang tereduksi dan teroksidasi b. Tentukan oksidator dan reduktor
Jawab

a. +1 -1 +1 +3 -2        +2 -2   +1    -2  0
     H   I + H N  O 2 → NO + H 2 O + I2
Bilangan oksidasi N turun dari +3 menjadi +2, jadi HNO2 tereduksi menjadi NO.

Bilangan oksidasi I naik dari -1 menjadi 0, jadi HI tereduksi menjadi I2

b. oksidator adalah HNO2, reduktor adalah HI

Contoh:
Apakah reaksi 2NaOH + H2SO4 → Na2SO4 + 2H2O merupakan reaksi redoks? Jawab.
Untuk menjawab persoalan tersebut harus menentukan bilangan oksidasi masing-masing atom. Jika terdapat kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi berarti reaksi tersebut adalah reaksi edoks. Tetapi jika tidak terdapat perubahan bilangan oksidasi, maka reaksi tersebut bukan reaksi redoks.
Catatan: adanya koefisien tidak mempengaruhi bilangan oksidasi.

  +1-2+1   +1   +6 -2      +1    +6-2        +1 -2
2NaOH + H 2  S O 4 → Na 2 SO 4 + 2H 2 O

Terlihat bahwa bilangan oksidasi Na, O, H, S tetap. Jadi reaksi tersebut bukan merupakan reaksi redoks.

17. Contoh soal bilangan oksidasi atom S pada ion so4^2-


SO4^2-

biloks O = -2 × 4
= -8
Bilangan oksidasi ion poliatom sama dengan muatan ionnya

SO4 = -2

Biloks S = -2 + 8
= 6


18. Contoh bilangan oksidasi pada unsur ion?


Contoh : Ne, H 2, O2,Cl2,P4,C,Cu,Fe

19. Tuliskan contoh autoredoks dan tentukan perubahan bilangan oksidasinya


Jawaban:

Contoh reaksi autoredoks

I₂ (g) + OH⁻ (aq) ---> I⁻ (aq) + IO₃⁻ (aq) + H₂O (l)

Penjelasan:

Reaksi Redoks adalah reaksi dimana terjadi perubahan biloks dari atom unsur sebelum dan sesudah reaksi, perubahan biloks tersebut berupa reaksi oksidasi yaitu kenaikan Biloks dan reaksi reduksi yaitu penurunan Biloks.

Oksidasi adalah pertambahan (kenaikan) bilangan oksidasi, sedangkan zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor

Reduksi adalah penurunan bilangan bilangan oksidasi, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator

sedangkan

Reaksi Autoredoks adalah reaksi redoks dimana zat reduktor dan oskidator merupakan zat yang sama.

Berikut ini adalah contoh dari reaksi autoredoks :

I₂ (g) + OH⁻ (aq) ---> I⁻ (aq) + IO₃⁻ (aq) + H₂O (l)

I₂

biloks I = 0 (unsur bebas)

OH⁻

biloks O = -2

biloks H = +1

I⁻

biloks I = -1

IO₃⁻

biloks I + 3. biloks O = -1

biloks I + 3. (-2) = -1

biloks I = +5

H₂O

biloks H = +1

biloks O = -2

I₂ (g) + OH⁻ (aq) ---> I⁻ (aq) + IO₃⁻ (aq) + H₂O (l)

0 -2 +1 -1 +5 -2 +1 -2

Oksidasi = atom I dari biloks 0 menjadi +5

Reduksi = atom I dari biloks 0 menjadi -1

Oksidator = I₂

Reduktor = I₂

Hasil oksidasi = IO₃⁻

Hasil reduksi = I⁻

Merupakan Reaksi Autoredoks karema zat reduktor dan oskidator merupakan zat yang sama yaitu I₂.

KESIMPULAN

Reaksi Autoredoks adalah reaksi redoks dimana zat reduktor dan oskidator merupakan zat yang sama.

Terimakasih^^


20. Tuliskan 1 contoh persamaan reaksi reduksi oksidasi (redoks) dengan metode bilangan oksidasi


Penjelasan:

—terlampir

PEMBAHASAN:

Bilangan oksidasi adalah angka yang menunjukan jumlah elektron suatu atom yang dilepas/diterima atom dalam suatu senyawa.

Aturan bilangan oksidasi (biloks) :

Biloks unsur bebas = 0.Biloks ion dari monoatom = muatan ionnya.Biloks unsur logam dalam senyawanya selalu bertanda (+) yang besarnya tergantung dari elektron valensinya (letak golongan dalam periodik unsur).Biloks H dengan non-logam = +1, dengan logam = -1Jumlah total Biloks atom-atom dalam senyawa = 0Jumlah total Biloks atom-atom dalam ion poliatom = muatan ionnya.

21. 4.berapakah bilangan oksidasi Se dari senyawa SeCl45.liat di soal


No. 4
Dipecah dulu antara kation dan anionnya
SeCl4 -> Se4+ + 4Cl-
b.o. Se = 4+
b.o. Cl = -1

22. boleh tolong minta contoh soal dan pembahasan oksidator, reduktor, oksidasi, hasil reduksi.


Contoh soal 1. : Menentukan bilangan oksidasi
Tentukan bilangan oksidasi atom yang dicetak tebal  pada zat/spesi di bawah ini!a.       Fe2O3b.      Cu(NO3)2c.       S2O32-d.      Cr2O72-  Jawab :
a.       Fe2O3      : Bilangan oksidasi senyawa netral = 0bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2( 2 x b.o. Fe ) + ( 3 x b.o. O ) = 0( 2 x b.o. Fe ) + ( 3 x -2 ) = 0( 2 x b.o. Fe )  = +6 ( b.o. Fe ) = +3b.   Cu(NO3)2   : terdiri atas ion Cu2+ dan 2 ion NO3-. Biloks ion mono atomik = muatannya. Muatan ion  Cu2+ adalah 2+ jadi biloks Cu dalam senyawa ini = +2Untuk ion NO3-Jumlah total biloks = -1bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2( b.o. N ) + ( 3 x b.o. O ) = -1( b.o. N ) + ( 3 x -2 ) = -1( b.o. N ) = +5c.       S2O32-     : jumlah total biloks = -2bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2( 2 x b.o. S ) + ( 3 x b.o. O ) = -2( 2 x b.o. S ) + ( 3 x -2 ) = -2( b.o. S ) = +2d.      Cr2O72-   : jumlah total biloks = -2bilangan oksidasi (b.o.) atom O = -2( 2 x b.o. Cr ) + ( 7 x b.o. O ) = -2( 2 x b.o. Cr ) + ( 7 x -2 ) = -2( b.o. Cr ) = +6Latihan soal
Contoh Soal 2. : Menentukan jenis reaksi redoks atau bukanPeriksalah apakah reaksi berikut tegolong reaksi redoks atau bukan redoks!a.    2K2CrO4(aq) + H2SO4(aq) " K2SO4(aq) + K2Cr2O7(aq) +H2O(l)b.    2FeCl3(aq) + H2S(g) " 2FeCl2 (aq) + 2HCl(aq) + S(s)Analisis masalah :Beberapa tips untuk menbantu menyelesaikan soal di atas :- Reaksi yang melibatkan unsur bebas umumnya tergolong reaksi redoks.- Atom unsur yang perlu diperiksa adalah atom unsur yang dalam reaksi berganti tipe rumusnya.Misalnya,H2SO4 " K2SO4 : atom S tidak perlu diperiksa, sebab tetap sebagai ion SO42-FeCl3 " FeCl2 : atom Fe perlu diperiksa, sebab berganti tipe rumusnya.- Koefisien reaksi tidak mempengaruhi bilangan oksidasi.
Jawab :a.    2K2CrO4(aq) + H2SO4(aq) " K2SO4(aq) + K2Cr2O7(aq) +H2O(l) +1  +6 -2                                                                 +6                   Atom H,S,O dan K tidak perlu diperiksa karena tidak berganti tipe rumus. Atom Cr perlu diperiksa, karena berganti tipe rumusnya. Dari persamaan tersebut ternyata atom Cr tidak mengalami perubahan biloks, demikian juga dengan atom yang lain. Jadi, reaksi ini bukan reaksi redoks.a.    2FeCl3(aq) + H2S(g) " 2FeCl2 (aq) + 2HCl(aq) + S(s)  +3                      -2             +2                                       0Atom Fe dan S perlu diperiksa biloksnya karena mengalami perubahan tipe rumus. Biloks Fe berubah dari +3 menjadi +2 artinya Fe mengalami reduksi. Biloks S berubah dari -2 menjadi 0, artinya S mengalami oksidasi. Jadi, reaksi ini tergolong reaksi redoks.Latihan soal


Contoh soal 3. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.
Tentukan reduktor, oksidator, hasil reduksi dan hasil oksidasi dalam reaksi berikut ini!2Al(s) + 3Pb(NO3)2(g) à 2Al(NO3)3(aq) + 3Pb(s) Jawab :











Bilangan oksidasi Al berubah dari 0 menjadi +3 dan Pb dari +2 menjadi 0. Maka,Oksidator         : Pb(NO3)2Reduktor          : AlHasil oksidasi : Al(NO3)3Hasil reduksi   : Pb
 


>>> SEMOGA MEMBANTU



23. Tentukan bilangan oksidasi untuk senyawa NaNO3 beserta pembahasannya


Jawaban:

Na = +1

N = +5

O = -2

Penjelasan:

NaNO3

Na = +1 , karna Na letaknya diGol.1

N = x ( belum diketahui,yang dicari)

O = -2, karna O letaknya di Gol.6A

(1)+(x)+(-6)=0

x+(-5)=0

x = +5

jadi, biloks N = +5


24. sebutkan contoh perubahan yang menunjukkan kenaikan bilangan oksidasi​


Jawaban:

--

Di kehidupan sehari-hari, kita banyak menemukan fenomena-fenomena yang melibatkan reaksi kimia. Misalnya, proses fotosintesis pada tumbuhan, pengkaratan besi, pembakaran kertas dan logam, proses respirasi yang terjadi pada tubuh kita, dan masih banyak lagi. Itu semua nggak terlepas dari yang namanya reaksi kimia.

Nah, kali ini, kita akan membahas tentang salah satu jenis reaksi kimia, yaitu reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Mulai dari konsep reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks).

Sesuai dengan namanya ya, reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen.Coba deh kamu perhatikan persamaan reaksi penguraian oksida raksa pada gambar di atas. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat senyawa oksida raksa, yaitu HgO. Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat unsur Hg dan gas oksigen (O2). Itu berarti, terjadi perubahan dari HgO menjadi Hg. Nah, gas oksigen (O2) di ruas sebelah kanan menandakan terjadinya pelepasan oksigen. Karena ada pelepasan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi reduksi.

Sekarang, coba perhatikan persamaan reaksi pembentukan tembaga oksida. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat unsur Cu dan gas oksigen (O2). Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat senyawa tembaga oksida (CuO). Artinya, unsur Cu akan mengikat oksigen dan berubah menjadi tembaga oksida (CuO). Nah, karena ada pengikatan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi oksidasi.

Gampangnya sih, kalau dilihat dari persamaan reaksi kimianya, pada reaksi reduksi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kanan, sebagai produk. Sedangkan, pada reaksi oksidasi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kiri, sebagai reaktan.

Gimana, paham, ya? Sekarang kita lanjut ke konsep reaksi redoks berikutnya.

Berdasarkan perpindahan (transfer) elektron, reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.Untuk menentukan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi, kamu harus tahu terlebih dulu bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi. Materi itu sebenarnya sudah dibahas di artikel Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya, nih. Jadi, bisa kamu baca dan pahami kembali supaya kamu jadi lebih mudah memahami konsep yang satu ini.

Nah, setelah tahu konsep biloks, coba kita tentukan apakah reaksi di bawah ini reaksi redoks atau bukan. Tapi, kita hitung biloks masing-masing unsur yang ada pada reaksinya dulu, ya!

Reaksi: CuO(s) + H2(g) ------> Cu(s) + H2O(g)

CuO ------> Cu

Ingat aturan penentuan nilai bilangan oksidasi (biloks), ya. Dalam senyawa, biloks oksigen (O) itu umumnya bernilai -2, kecuali jika oksigen berada dalam senyawa peroksida (H2O2), maka nilainya -1. Kemudian, karena CuO ini senyawa netral, maka biloks total C dan O dalam senyawa ini adalah nol. Nah, karena biloks O = -2, maka agar total biloks CuO = 0, biloks Cu harus bernilai +2. Sementara itu, Cu merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Jadi, Cu mengalami penurunan biloks dari +2 ke 0, maka Cu mengalami reaksi reduksi.

H2 ------> H2O

H2 merupakan unsur bebas, jadi biloks H2 = 0. Sementara itu, biloks H pada senyawa H2O bernilai +1. Jadi, unsur H mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +1, sehingga mengalami reaksi oksidasi.

reaksi oksidasi

H2 ------> H2O (reaksi oksidasi)

Paham ya dengan penentuan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi. Dalam hal ini, kamu memang perlu paham betul dengan aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi. Nah, karena aturannya cukup banyak, kamu bisa mengatasinya dengan banyak berlatih soal-soal. Supaya kamu bisa benar-benar paham dan nggak hanya sebatas menghafal aja. Oke, kita lanjut ya bahasannya.

Pada reaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator.

Coba perhatikan contoh berikut ini, ya!

Reaksi: Mg(s) + 2HCl ------> MgCl2(aq) + H2(g)

Karena Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0. Kemudian, biloks H pada senyawa 2HCl bernilai +1 karena unsur H berikatan dengan unsur lain dan H merupakan golongan IA. Selanjutnya, karena H = +1, berarti Cl = -1 agar total biloks 2HCl = 0.

Di ruas sebelah kanan, biloks Mg pada senyawa MgCl adalah +2 karena Mg berikatan dan merupakan unsur golongan IIA. Karena Cl memiliki indeks 2, maka biloks Cl = -1, agar total biloks MgCl2 = 0. Kemudian, karena H2 merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Unsur Mg mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +2, sehingga mengalami reaksi oksidasi. Jadi, unsur Mg disebut sebagai reduktor. Sementara itu, unsur H mengalami penurunan biloks dari +1 ke 0, sehingga mengalami reaksi reduksi. Jadi, HCl disebut sebagai oksidator.

reduktor dan oksidator.

Penjelasan:

#AYO BELAJAR


25. sebutkan 3 contoh reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan bilangan oksidasi​


3 contoh reaksi oksidasi dan reduksi :

1.H2+O2 -> H2O

2.CrO7+3C2O4^²-+14H2

3.Cu^²n -> Cu^0+2n^2+

26. 1.Reaksi kimia yang melibatkan penurunan bilangan oksidasi disebut reaksi? 2.contoh larutan elektrolit 3.reaksi kimia yang melibatkan penurunan bilangan oksidasi disebut reaksi? 4.contoh reaksi oksidasi! 5.unsur bebas dan molekul bebas memiliki bilangan oksidasi? 6.bilangan oksidasi S dalam SO2 adalah? Tolong ya kak...tugas her kimia


1. Reduksi
2. Garam (NaCl, KCl, MgCl2), Asam (HCl, H2SO4, HNO3), Basa (NaOH, KOH, NH3)
3. kenaikan apa penurunan ? kalo kenaikan namanya oksidasi
4. 4OH > O2 + 2H2O
5.0
6. S + 2O = 0
S+ 2(-2) = 0
S = +4

27. 15 contoh soal bilangan oksidasi


1. 2Fe2O3 + 2CO jika sudah mengalami perubahan oksidasi akan menghasilkan

2.MnO2(s) + 2HCl menghasilkan soalnya kaya no 1

28. 1. tulislah 2 contoh soal menentukan bilangan oksidasi atom dalam senyawa. 2. tuliskan 2 contoh soal menentukan bilangan oksidasi atom dalam ion.


Jawaban:

Contoh soal tentang menentukan bilangan oksidasi atom dalam senyawa adalah

Berapakah biloks Na dalam NaClBerapakah biloks S dalam H₂SO₄Berapakah biloks N dalam NO₃Berapakah biloks K dalam KClBerapakah biloks P dalam H₃PO₄

Penjelasan:

Contoh soal tentang menentukan bilangan oksidasi atom dalam ion adalah

Berapakah biloks P dalam H₂PO₄⁻Berapakah biloks S dalam SO₄⁻²Berapakah biloks Cr dalam CrO₄⁻²Berapakah biloks Cl dalam Cl⁻Berapakah biloks N dalam NO₂⁻

Pelajari lebih lanjut tentang materi perhitungan biloks ( bilangan oksidasi), pada https://brainly.co.id/tugas/21331947

#BelajarBersamaBrainly


29. jelaskan Pengertian reduksi, oksidasi dari berdasarkan bilanganoksidasi berikut contohnya 1? ​


Jawaban:

reaksi oksidasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi, adapun reduksi adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi

Penjelasan:

maaf kalau salah,jadikan jawaban terbaik ya kak


30. contoh soal reduksi oksidasi redoks


contoh soal:

1.
Dapatkah anda memberikah contoh tentang Reaksi Reduksi Oksidasi?
2. Dapatkah anda menjelaskan apa itu Reaksi Redoks?

31. Apa yang dimaksud dengan bilangan oksidasi dan bilangan reduksi serta beri contohnya masing-masing


bilangan reduksi itu  gak ada. yang ada adalah bilangan oksidasi. tapi kalau raksi itu ada reaksi oksidasi dan reaksi reduksi

Bilangan Oksidasi yaitu : Reaksi yang melibatkan pengikatan oksigen pada suatu zat, baik unsur maupun senyawa.
Contoh: 
1. Pembakaran gas alam
    CH₄+2O₂ ⇒ CO₂+2H₂O
2. Oksidasi glukosa dalam tubuh (pernafasan)
    C₆H₁₂O₆+6O₂ ⇒ 6CO₂+6H₂O
3. Perkaratan besi
    4Fe+3O₂ ⇒ 2Fe₂O₃

Bilangan Reduksi yaitu :Reaksi pelepasan atau pengurangan oksigen dari suatu zat yang mengandung oksigen.
Contoh:
1. Fotosintesis
    CO₂+H₂O ⇒ C₆H₁₂O₆+O₂
2. Reduksi bijih besi⇒ Pemurnian
    Fe₂O₃+3CO ⇒ 2Fe+3CO₂
Semoga bisa membantu.. :)

32. 1.Bilangan oksidasi S dalam Na­2S2O3adalah....2.Bilangan oksidasi Cℓ dalam KCℓ adalah....3.Bilangan oksidasi Cℓ dalam NaOCℓ adalah....4.Bilangan oksidasi N dalam KNO3 adalah....5. Bilangan oksidasi P dalam Ca3(PO4)2 adalah....6.Bilangan oksidasi Fe dalam Fe2O3 adalah....7.Bilangan oksidasi Cr dalam Cr(OH)3 adalah....8.Bilangan oksidasi Br dalam BrO2- adalah....9.Bilangan oksidasi S dalam Fe2(SO4)3 adalah....10.Bilangan oksidasi Cℓ dalam Cℓ2 adalah....#tolong segera dijawab,beserta penjelasansoalnya mau di kumpulsemoga yg jawab masuk surga​


1. Bilangan oksidasi S dalam Na₂S₂O₃

(2×biloks Na) + (2×biloks S) + (3×biloks O) = 0

(2×(+1)) + (2×biloks S) + (3×(-2)) = 0

(+2) + (2×biloks S) + (-6) = 0

2×biloks S = +6 -2

2×biloks S = +4

biloks S = +4/2

biloks S = +2

2. Bilangan oksidasi Cl dalam KCl

(biloks K) + (biloks Cl) = 0

(+1) + (biloks Cl) = 0

biloks Cl = -1

3. Bilangan oksidasi Cl dalam NaOCl

(biloks Na) + (biloks O) + (biloks Cl) = 0

(+1) + (-2) + (biloks Cl) = 0

biloks Cl = +2 -1

biloks Cl = +1

4. Bilangan oksidasi N dalam KNO₃

(biloks K) + (biloks N) + (3×biloks O) = 0

(+1) + (biloks N) + (3×(-2)) = 0

(+1) + (biloks N) + (-6) = 0

biloks N = +6 -1

biloks N = +5

5. Bilangan oksidasi P dalam Ca₃(PO₄)₂

(3×biloks Ca) + (2×biloks P) + (8×biloks O) = 0

(3×(+2)) + (2×biloks P) + (8×(-2)) = 0

(+6) + (2×biloks P) + (-16) = 0

2×biloks P = +16 -6

2×biloks P = +10

biloks P = +10/2

biloks P = +5

6. Bilangan oksidasi Fe dalam Fe₂O₃

(2×biloks Fe) + (3×biloks O) = 0

(2×biloks Fe) + (3×(-2)) = 0

(2×biloks Fe) + (-6) = 0

2×biloks Fe = +6

biloks Fe = +6/2

biloks Fe = +3

7. Bilangan oksidasi Cr dalam Cr(OH)₃

(biloks Cr) + (3×biloks O) + (3×biloks H) = 0

(biloks Cr) + (3×(-2)) + (3×(+1)) = 0

(biloks Cr) + (-6) + (+3) = 0

biloks Cr = +6 -3

biloks Cr = +3

8. Bilangan oksidasi Br dalam BrO²⁻

(biloks Br) + (biloks O) = -2

(biloks Br) + (-2) = -2

biloks Br = -2 +2

biloks Br = 0

9. Bilangan oksidasi S dalam Fe₂(SO₄)₃

(2×biloks Fe) + (3×biloks S) + (12×biloks O) = 0

(2×(+3)) + (3×biloks S) + (12×(-2)) = 0

(+6) + (3×biloks S) + (-24) = 0

3×biloks S = +24 -6

3×biloks S = +18

biloks S = +18/3

biloks S = +6

10. Bilangan oksidasi Cl dalam Cl₂

2×biloks Cl = 0

biloks Cl = 0/2

biloks Cl = 0


33. contoh penurunan bilangan oksidasi


Penurunan bilangan Oksidasi disebut Reduksi. Maka reaksi S menjadi S²⁻ adalah reaksi reduksi.

34. Cara mengerjakan bilangan oksidasi pada soal CaS


[Bilangan Oksidasi Redoks]

Kunci
Biloks Ca=+2 (Karena Golongan IIA)
Biloks S=-2 (Golongan VIA)

35. Latihan soal.1. Tentukan bilangan oksidasi dari unsur N dalam senyawa NH32. Tentukan bilangan oksidasi dari unsur S dalam senyawa SO33. Tentukan bilangan oksidasi dari unsur P dalam senyawa P2O5.​


Jawaban:

1. H = +1 × 3 = +3

N + H = 0

N + 3 = 0

N = -3

biloks N adalah -3

2. O = -2 × 3 = -6

S + O = 0

S = +6

biloks S adalah +6

3. O = -2 × 5 = -10

2P + O = 0

2P = +10

P = +5

biloks P adalah +5


36. Pengertian reaksi reduksi dan reaksi oksidasi, berdasarkan konsep"biloks (bilangan oksidasi)" berserta contohnya !


reaksi reduksi berdasarkan biloks yaitu mengalami penurunan biloks,reaksi oksidasi mengalami kenaikan biloksreaksi reduksi adalah adalah reaksi suatu senyawa yang melepaskan oksigen


37. berikan 1 contoh reaksi oksidasi dan reaksi reduksi berdasarkan bilangan oksidasi​


Jawaban:

Oksidasi adalah penggabungan (pengikatan) oksigen dengan unsur/senyawa . Contoh reaksi oksidasi :

2Mg + O₂ ---> 2MgO

CH₄ + 2O₂ ---> CO₂ + 2H₂O

2CO + O₂ ---> 2CO₂

Reduksi adalah pelepasan oksigen dari senyawanya . Contoh reaksi reduksi :

2CuO ---> 2Cu + O₂

2PbO₂ ---> 2PbO + O₂

Penjelasan:

maaf kalo salah


38. 10 contoh reaksi oksidasi dan reaksi reduksi melalui perubahan bilangan oksidasi


Jawab :

10 Contoh reaksi Oksidasi dan reaksi reduksi :

a. Cr₂O₇ ²⁻ + 6Fe²⁺ + 14H⁺ ⇒ 2Cr³⁺ + 6Fe³⁺ + 7H₂O

b. 2Na₂S₂O₃ + I₂ ⇒ 2NaI + Na₂S₄O₆

c. 2KI + MnO₂ + 2H₂SO₄ ⇒ I₂ + K₂SO₄ + MnSO₄ + 2H₂O

d. Cu²⁺ + Zn ⇒ Cu + Zn²⁺

e. 3Mn²⁺ + 2MnO₄⁻ + 2H₂O ⇒ 5MnO₂ + 4H⁺  

f. MnO₂ + 2NaCl + 2H₂SO₄ ⇒ MnSO₄ + Na₂SO₄ + 2H₂O + Cl₂

g. 10NO₃⁻ + I₂ + 8H⁺ ⇒ 2IO₃⁻ + 10NO₂ + 4H₂O

h. 6ClO₂   +  3H₂O   ⇒   5HClO₃   +    HCl

i. 2MnO + PbO₂ + 10HNO₃ ⇒ 2HMnO₄  +  5Pb(NO₃)₂  + 4H₂O

j. 4H⁺ + 2NO₃⁻ + Cu ⇒ 2NO₂ + Cu²⁺ + 2H₂O

k. Mg + 6HNO₃ + 7H₂ ⇒ Mg(NO₃)₂ + 2NH₄NO₃ + 6H₂O

Penyelesaian Soal :

                                      Reduksi

                        Ι---------------------------------Ι

a. Cr₂O₇ ²⁻ + 6Fe²⁺ + 14H⁺ ⇒ 2Cr³⁺ + 6Fe³⁺ + 7H₂O

  +6  -2            +2        +1           +3         +3        +1  -2

   Ι______________________Ι

                  Oksidasi

Oksidator : 6Fe²⁺ ⇒ 6Fe³⁺

Reduktor : Cr₂O₇ ²⁻  ⇒ 2Cr³⁺  

                        Reduksi

                        Ι------------Ι

b. 2Na₂S₂O₃ + I₂ ⇒ 2NaI +  Na₂S₄O₆

     +1  +2 -2     0       +1  -1   +1 +2,5 -2

            Ι_________________Ι

                      Oksidasi

Oksidator : I₂ ⇒ 2NaI  

Reduktor : 2Na₂S₂O₃  ⇒ Na₂S₄O₆

                                        Reduksi

                Ι-----------------------------------------------------------Ι

c. 2KI   +  MnO₂  +   2H₂SO₄   ⇒   I₂   +   K₂SO₄   +   MnSO₄   +   2H₂O

   +1 -1     +4  -2       +1 +6 -2           0      +1 +6 -2      +2 +6 -2        +1  -2

         Ι_____________________Ι

                          Oksidasi

Oksidator : MnO₂  ⇒   MnSO₄    

Reduktor : 2KI ⇒   I₂            

                         

                      Oksidasi

                 Ι-------------------Ι

d. Cu²⁺ +  Zn  ⇒  Cu  +  Zn²⁺

    +2         0         0        +2

    Ι___________Ι

          Reduksi

Oksidator : Cu²⁺ ⇒  Cu

Reduktor : Zn  ⇒  Zn²⁺    

                       Oksidasi

      Ι----------------------------------------Ι

e. 3Mn²⁺ + 2MnO₄⁻ + 2H₂O ⇒ 5MnO₂ + 4H⁺  

     +2         +7   -2       +1  -2       +4  -2      +1

                     Ι______________Ι

                              Reduksi

Oksidator : 2MnO₄⁻ ⇒ 5MnO₂  

Reduktor : 3Mn²⁺ ⇒ 5MnO₂

                                                   Oksidasi

                        Ι-----------------------------------------------------------------Ι

f. MnO₂ + 2NaCl + 2H₂SO₄  ⇒  MnSO₄  +  Na₂SO₄ + 2H₂O + Cl₂

  +4  -2      +1   -1    +1 +6 -2       +2 +6 -2    +1 +6 -2      +1 -2      0

   Ι______________________Ι

                     Reduksi

Oksidator : MnO₂  ⇒ MnSO₄

Reduktor : 2NaCl ⇒ Cl₂

                      Oksidasi

                    Ι----------------Ι

g. 10NO₃⁻ + I₂ + 8H⁺ ⇒ 2IO₃⁻ + 10NO₂ + 4H₂O

     +5 -2      0      +1      +5 -6       +4 -2     +1   -2

      Ι______________________Ι

                     Reduksi

Oksidator : 10NO₃⁻  ⇒ 10NO₂

Reduktor : I₂ ⇒ 2IO₃⁻

                           Reduksi

      Ι--------------------------------------------------Ι

h. 6ClO₂   +  3H₂O   ⇒   5HClO₃   +    HCl

    +4 -2         +1  -2         +1 +5 -2        +1 -1

      Ι__________________Ι

                  Oksidasi

Oksidator : 6ClO₂  ⇒  HCl

reduktor : 6ClO₂  ⇒  5HClO₃

                        oksidasi

      Ι--------------------------------------------Ι

i. 2MnO  +  PbO₂ + 10HNO₃ ⇒ 2HMnO₄  +  5Pb(NO₃)₂  + 4H₂O

     +2 -2    +4  -2      +1 +5 -2      +1 +7 -2        +2 +5 2          +1  -2

                   Ι_________________________Ι

                                      reduksi

reduktor :  2MnO ⇒ 2HMnO₄

oksidator : PbO₂  ⇒ Pb(NO₃)₂

                      reduksi

                Ι----------------------Ι

j. 4H⁺ + 2NO₃⁻ + Cu ⇒ 2NO₂ + Cu²⁺ + 2H₂O

     +1      +5 -2      0        +4 -2     +2        +1 -2

                              Ι___________Ι

                                   oksidasi

reduktor : Cu  ⇒ Cu⁺

oksidator : 2NO₃⁻ ⇒ 2NO₂

              oksidasi

    Ι-------------------------------Ι

k. Mg + 6HNO₃ + 7H₂ ⇒ Mg(NO₃)₂ + 2NH₄NO₃ + 6H₂O

     0    +1 +5 -2      0        +2 +2 -2      -3 +1 +5 -2     +1 -2

                  Ι____________________Ι

                                reduksi

reduktor : Mg ⇒ Mg(NO₃)₂

oksidator : 6HNO₃ ⇒ 2NH₄NO₃

Pelajari Lebih Lanjut :

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/2053744

Materi tentang biloks brainly.co.id/tugas/16080372

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Detail Jawaban :

Kelas : 10

Mapel : Kimia

Bab : 6

Kode : 10.7.6

kata Kunci : bilangan oksidasi.


39. 3 contoh soal reduksi dan 3 contoh soal oksidasi


1.Tentukan bilangan oksidasi atom pada Zat/spesi
2.Menentukan jenis reaksi reduksi
3.tuliskan persamaan setengah reaksi reduksi
4.tuliskan persamaan setengah reaksi oksidasi



maaf kak cuma tau ituuu :(

40. bantu ka bh!! soal tentukan bilangan oksidasi Mn3O4?


Mn3O4 harus = 0 jadi O4=-8 Mn=+8

Video Terkait

Kategori kimia