Contoh Soal Reaksi Sn1 Dan Sn2

Contoh Soal Reaksi Sn1 Dan Sn2

perbedaan kerektifan SN1, SN2

Daftar Isi

1. perbedaan kerektifan SN1, SN2


Perbedaan mekanisme reaksi SN2, SN1, E1 dan E2. Reaksi substitusi alkil halida dengan nukleofil dapat terjadi oleh suatu jalur SN1 atau jalur SN2. Metil halida, alkil halida primer dan sekunder terutama bereaksi dengan jalur SN2. Laju reaksi SN2 meningkat dengan bertambahnya nukleofilisitas spesies penyerang. Nukleofil yang lazim baiknya adalah –OH, –OR, dan –CN.

2. apakah arti reaksi sn1


Reaksi sn1 adalah sebuah reaksi substitusi dalam kimia organik.
Reaksi ini melibatkan sebuah zat antara karbokation dan umumnya terjadi pada reaksi alkilhalida sekunder ataupun tersier, atau dalam keadaan asam yang kuat, alkohol sekunder dan tersier

3. Jelaskan mengapa alkohol sekunder dan tersier mengikuti kaidah SN1 dalam reaksi substitusi nukleofiliknya jika direaksikan dengan HX!


Alkohol sekunder dan tersier mengikuti kaidah SN1 dalam reaksi substitusi nukleofiliknya jika direaksikan dengan HX karena pada tahap SN1 menghasilkan intermediet karbokation.

Pembahasan

Reaksi substitusi merupakan reaksi penggantian antara satu atom, ion atau gugus dengan yang lain. Pada reaksi subtitusi, ada yang berperan sebagai leaving group dan nukleofil.

Leaving group merupakan gugus yang dapat digantikan dengan atom, ion atau gugus lain. Contohnya adalah gugus halida. Gugus halida yaitu HBr, HCl, dan HI.

Nukleofil merupakan reaktan yang menyerang molekul pada reaksi substitusi. Contohnya adalah OH⁻, CH₃OH⁻, H₂O, CH₃OH, CH₃NH₃, dan basa Lewis.

Mekanisme reaksi substitusi berlangsung secara SN2 dan SN1.

Mekanisme reaksi SN2 berlangsung dua tahap tanpa intermediet dan terjadi pada alkil primer dan alkil sekunder dengan nukleofil yang kuat (OH⁻, OR⁻, CN⁻) . Karakteristik reaksi SN2 :

Melibatkan transition state atau activated complex (pembentukan ikatan baru dan keluarnya leaving group). Transition state mengandung dua partikel yaitu nukleus dan gugus alkil, sehingga reaksi SN2 dikenal sebagai reaksi biomolekuler.Gugus senyawa dengan alkil primer sangat reaktif contoh metil halida, alkohol primer. Urutan kecepatan relatif gugus alkil pada reaksi SN2 : alkil primer (sangat cepat) > alkil sekunder (sangat lambat).Gugus alkil tersier tidak dapat mengalami reaksi SN2 karena adanya hambatan sterik. Hambatan sterik berkaitan dengan kemampuan gugus molekul dapat bereaksi dengan cepat atau lambat. Pada reaksi SN2, semakin rumit (banyak cabang) gugus molekul (hambatan steriknya besar) mengakibatkan semakin lambat bahkan sulit untuk bereaksi SN2, sehingga alkil tersier tidak bisa mengalami reaksi SN2. Energi transition state pada alkil tersier dan alkil sekunder realtif sangat besar dibandingkan dengan energi transition state alkil primer (hambatan steriknya kecil).

Mekanisme reaksi SN1 (unimolekuler) berlangsung dua tahap dengan  menghasilkan intermediet karbokation. Intermediet karbokation tidak sama dengan transition state pada SN2, karena intermediet karbokation terbatas waktu keberadaan pada mekanisme reaksi sedangkan transition state tidak.

Pada gugus alkil tersier dapat berlangsung reaksi substitusi secara SN1. Urutan kecepatan realtif pada SN1 : alkil tersier > alkil sekunder.

Kesimpulan

Alkohol sekunder dan tersier mengikuti kaidah SN1 dalam reaksi substitusi nukleofiliknya jika direaksikan dengan HX karena pada tahap SN1 menghasilkan intermediet karbokation.

Adanya intermediet karbokation tersebut dapat menghilangkan hambatan sterik pada alkil tersier dan alkil sekunder yang besar. Adanya hambatan sterik menyebabkan tidak dapat terjadinya reaksi substitusi secara SN2 pada alkohol tersier dan sekunder.

Pelajari lebih lanjut Materi tentang reaksi substitusi pada isopentena https://brainly.co.id/tugas/7163587Materi tentang reaksi substitusi pada senyawa benzena https://brainly.co.id/tugas/13795159

Detil jawaban

Kelas: XII SMA

Mapel: Kimia


Bab: Reaksi senyawa karbon

Kode: 12.7.6

Kata Kunci: reaksi substitusi, SN2, SN1, alkohol, nukleofil, leaving group



4. Kesetimbangan persamaan Neto Redoks untuk reaksi: Cr2O72-(aq) + Sn2+(aq) > Cr3+(aq) + Sn4+(aq) adalah


3Cr2O7 + 2Sn2 > Cr3 + Sn4

5. Kenapa Sn(timah) memiliki biloks 2 yaitu Sn2+ dan Sn4+ ?


Materi : Tabel Periodik Unsur

Unsur Sn memiliki no. atom 50.

Konfigurasi elektron Sn sbb:
[Kr] 5s2 4d10 5p2

Kulit terluar: 5s2 5p2 ----> 4 buah e- valensi artinya dpt melepaskan 4 buah e- pd kulit terluarnya.

Sn dapat melepaskan 2 buah e- pd sub kulit p dan 2 buah e- pd sub kulit s nya.

Dengan demikian Sn memiliki 2 buah biloks yaitu +2 dan +4.

Demikian penjelasannya.

#ChemistryIsFun



6. tuliskan diagram sel dari reaksi redoks berikut ! anode: Sn(s) menjadi Sn2+(aq)+2e-katode: Ag plus (AQ)+e- menjadi Ag(s)​


maaf kalo ada yang salah


7. Manakah yang bereaksi secara SN2 dengan lebih tepat​


Di antara senyawa klorometilsikloheksana dan 1-kloro-4-metilsikloheksana yang lebih cepat terjadi reaksi SN₂ adalah klorometilsikloheksana.

PEMBAHASANPenamaan SenyawaKedua senyawa termasuk sikloalkana.Kedua senyawa memiliki alkil berupa metil (-CH₃).Kedua senyawa memiliki atom halogen berupa klorin (Cl).Tata namanya mirip dengan haloalkana.

Pelajari lebih lanjut tata nama haloalkana : https://brainly.co.id/tugas/42775576

Senyawa 1 : klorometilsikloheksana

Senyawa 2 : 1-kloro-4-metilsikloheksana

Mekanisme Reaksi SN₂

1. Serangan Nukleofil

Nukleofil menyerang atom karbon yang mengikat klorin. Atom karbon tersebut bersifat elektrofil sehingga mudah diserang oleh neuklofil. Nukleofil yang menyerang atom karbon akan memutuskan ikatan antara atom karbon dengan klorin.

2. Keadaan Transisi

Pada keadaan transisi (peralihan), ikatan nukleofil dengan atom karbon mulai tumbuh, sedangkan ikatan antara atom karbon dengan atom klorin melemah akibat serangan nukleofil.

3. Akhir Reaksi

Ikatan nukleofil dengan atom karbon semakin kuat dan sehingga menggantikan posisi atom klorin. Hal ini menyebabkan terbentuknya produk, sedangkan atom klorin terlepas sebagai gugus pergi (leaving group).

Manakah yang lebih cepat terjadi reaksi SN₂?

Kedua senyawa tersebut memiliki gugus metil dan atom halogen, tetapi letaknya berbeda. Pada senyawa klorometilsikloheksana, atom klorin terikat pada atom karbon dalam gugus metil. Sementara itu, pada senyawa 1-kloro-4-metilsikloheksana, atom klorin terikat pada atom karbon dalam cincin sikloheksana.

Atom klorin pada klorometilsikloheksana terikat pada atom karbon yang hanya diikat oleh 1 atom karbon lainnya. Oleh karena itu, hambatan sterik hanya berasal dari interaksi antara nukleofil dengan substituen metil.

Sementara itu, atom klorin pada 1-kloro-4-metilsikloheksana terikat pada atom karbon dalam cincin sikloheksana sehingga atom karbon tersebut diikat oleh 2 atom karbon lainnya. Oleh karena itu, hambatan sterik berasal dari interaksi antara nukleofil dengan 2 atom karbon tetangga (posisi 2 dan 6) dalam cincin sikloheksana.

Note :

Pada lampiran, atom karbon yang menyebabkan hambatan sterik diberi warna merah.

Analogi Sederhana :

Menyerang seseorang yang dijaga oleh 1 bodyguard lebih mudah daripada menyerang seseorang yang dijaga oleh 2 bodyguard. Hal ini karena adanya hambatan fisik.

Sementara itu, pada reaksi SN₂, terdapat hambatan sterik dari atom karbon tetangga yang mengikat atom karbon sasaran yang diserang oleh nukleofil.

Jadi, senyawa yang lebih cepat terjadi reaksi SN₂ adalah klorometilsikloheksana.

PELAJARI LEBIH LANJUTMekanisme reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/19301917Produk reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/53938691Pengaruh reaktan pada reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/52611192Membandingkan kecepatan reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/53915233DETAIL JAWABAN

Kelas  : 12

Mapel : Kimia

Materi : Bab 7 Senyawa Karbon - Reaksi Kimia Organik

Kode Kategorisasi : 12.7.7

Kata kunci : sikloalkana, reaksi SN₂


8. Di antara setengah reaksi berikut ini, yang merupakan setengah reaksi reduksi adalah .... a. Sn2+ → Sn4+b. Mn2+ ( MnO4‾c. Zn → Zn2+d. Fe2+ → Fe3+e. Cl2 → 2Cl‾bantuin yah​


Setengah reaksi yang merupakan setengah reaksi reduksi adalah E. Cl₂ → 2Cl⁻

Pembahasan

Reaksi redoks merupakan reaksi yang terjadi secara reduksi dan oksidasi. Reaksi kimia dibagi menjadi reaksi kimia biasa dan reaksi redoks. Reaksi redoks melibatkan perubahan bilangan oksidasi dan elektron. Bilangan oksidasi suatu unsur merupakan bilangan bulat yang menyatakan atau menunjukkan muatan yang disumbangkan oleh atom unsur pada molekul atau ion yang dibentuknya. Harga bilangan oksidasi di antara -7 sampai dengan +7.

Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi reaksi kimia dibagi menjadi :

Reaksi oksidasi : reaksi yang melibatkan kenaikan bilangan oksidasiReaksi reduksi : reaksi yang melibatkan penurunan bilangan oksidasiReaksi redoks : reaksi yang terjadi reduksi dan oksidasi sekaligusReaksi autoredoks : reaksi yang terjadi reduksi dan oksidasi sekaligus dimana satu zat yang mengalami reduksi maupun oksidasiReaksi anti autoredoks : reaksi yang terjadi reduksi dan oksidasi sekaligus dimana hasil reduksi dan hasil oksidasi merupakan zat yang sama.Oksidator : zat yang mengalami reduksiReduktor : zat yang mengalami oksidasi

Penentuan bilangan oksidasi suatu unsur mengikuti aturan aturan sebagai berikut :

Bilangan oksidasi unsur bebas adalah nol. Unsur bebas misalnya Na, H₂, Au, Fe, dsb).

        Biloks Li                    = 0

        Biloks Br dalam Br₂ = 0

        Biloks Zn                  = 0

        Biloks Ag                 = 0

Bilangan oksidasi ion monoatom atau ion sederhana adalah sama dengan muatannya. Ion sederhanya misalnya Na⁺, Ca²⁺, Cl⁻ dsb.

        Biloks Al³⁺                = +3

        Biloks Zn²⁺               = +2

        Biloks F⁻                   = -1

        Biloks S²⁻                 = -2

Bilangan oksidasi unsur hidrogen dalam senyawa sama dengan +1, kecuali dalam senyawa hidrida (NaH, CaH₂) mempunyai biloks sama dengan -1.

        Biloks H dalam HBr          = +1  

        Biloks H dalam H₂O         = +1

        Biloks H dalam KH           = -1

        Biloks H dalam BaH₂       = -1

Bilangan oksidasi unsur oksigen dalam senyawa atau ion polyatom adalah -2, kecuali dalam senyawa peroksida (Na₂O₂, H₂O₂) mempunyai biloks -1 dan dalam senyawa OF₂ adalah +2.

        Biloks O dalam H₂O                   = -2

        Biloks O dalam BaO₂                 = -1

        Biloks O dalam CO₃²⁻                = -2

        Biloks O dalam K₂O₂                  = -1

Bilangan oksidasi unsur - unsur golongan I A dalam senyawa sama dengan +1, unsur - unsur golongan II A  sama dengan +2, dan unsur golongan III A dalam senyawa sama dengan +3.

        Biloks Na dalam Na₂SO₄        = +1

        Biloks Mg dalam MgCl₂          = +2

        Biloks Al dalam Al₂O₃             = +3

        Biloks Ca dalam CaCO₃         = +2

Bilangan oksidasi unsur - unsur golongan VII A dalam senyawa biner dengan logam sama dengan -1 dan unsur golongan VI A dalam senyawa biner dengan logam sama dengan -2.

        Biloks Cl dalam KCl                   = -1

        Biloks F dalam CaF₂                  = -1

        Biloks S dalam CuS                   = -2

        Biloks Br dalam NaBr                = -1

Jumlah bilangan oksidasi atom atom dalam senyawa sama dengan nol (0).

        Jumlah bilangan oksidasi atom - atom dalam senyawa H₂SO₄= 0

        Biloks {2 H + S + 4 O}      = 0

        Biloks {2 (+1) + S + 4 (-2)} = 0

        Biloks {2 + S - 8}              = 0

        Biloks S                           = +6

Jumlah bilangan oksidasi atom  atom dalam ion polyatom sama dengan muatannya.

        Jumlah biloks atom atom ion CrO₄²⁻ = -2

        Biloks {Cr + 4 O}    = -2

        Biloks {Cr + 4 (-2)}  = -2

        Biloks {Cr - 8}         = -2

        Biloks Cr                = +6  

Langkah dalam menyetarakan reaksi kimia redoks harus memperthatikan muatan. yaitu :

Tentukan bilangan oksidasi masing - masing atomTandai atom yang berubah biloksnya,Tentukan reaksi reduksi dan reaksi oksidasinyaPisahkan kedua setengah reaksiSetarakan jumlah atom yang mengalami perubahan biloksSetarakan jumlah atom O dengan menambah H₂OSetarakan jumlah atom H dengan menambah H⁺Setarakan jumlah elektron dengan menambah e⁻Gabungkan kedua setengan reaksi setara menjadi satu reaksi redoks.

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang reaksi redoks brainly.co.id/tugas/2028934

2. Materi tentang reaksi reduksi brainly.co.id/tugas/2068784

3. Materi tentang reaksi oksidasi brainly.co.id/tugas/2319413

-----------------------------    

Detil Jawaban Kelas : XMapel : KIMIABab : Reaksi RedoksKode : 10.7.6

Kata Kunci: reaksi oksidasi reduksi, redoks, bilangan oksidasi, tingkat oksidasi


9. Apakah reaksi berikut berlangsung atau tidak Mg/ Mg 2+ // Fe/Fe2+ Sn/ Sn2+// Cu/Cu2+ Tuliskan potensial elektroda masing masing dan hasil E selnya secara perhitungan matematis​


Penjelasan:

1. potensial Mg = -2,37

potensial Fe = -0,44

E°sel = potensial red - potensial oks

E°sel = -0,44-(-2,37) = 1,93

2. potensial Sn = -0,14

potensial Cu = 0,34

E°sel = 0,34-(-0,14) = 0,48


10. Sn2+ + 2e- -----> Sn     Eo = - 0,14 volt                    Zn2+ + 2e- -----> Zn     Eo = - 0,76 voltPotensial sel standar untuk reaksi : Zn + Sn2+ -----> Zn2+ + Sn   adalah …..a.  + 0,76 voltb.  + 0,96 voltc.  + 1,44 voltd.  + 0,62 volte.  + 1,24 volt​


Jawaban:

c.+1,44 volt

itu udah betul jangan tanya keterangan nya


11. Soal latihan Manakah yang lebih mudah terjadi reaksi SN2 antara 1. 1-kloroheksana dengan sikloheksana. 2. 1-bromopentana dengan 3-bromopentana 3. 2-bromo-2-metilheksana dengan 2-bromo-5- metilheksana​


Senyawa yang lebih mudah terjadi reaksi SN₂, yaitu :

1-kloroheksana lebih mudah daripada sikloheksana.1-bromopentana lebih mudah daripada 3-bromopentana.2-bromo-5-metilheksana lebih mudah daripada 2-bromo-2-metilheksana.

PEMBAHASANNomor 11-kloroheksana dengan sikloheksana

1-kloroheksana berbentuk rantai lurus dan memiliki substituen klorin (Cl) sehingga mempercepat terjadinya reaksi SN₂.

Cincin siklik sikloheksana memiliki susunan atom yang rapat, serangan nukleofil pada atom karbon elektrofilik akan mengalami hambatan sterik yang besar. Oleh karena itu, reaksi SN₂ pada sikloheksana biasanya lebih lambat dibandingkan dengan alkana rantai terbuka.

Sikloheksana yang tidak memiliki substituen atau gugus lain pada cincin siklik, sulit terjadi reaksi SN₂ karena keterbatasan akses nukleofil ke atom karbon elektrofilik dalam cincin yang tertutup. Reaksi SN₂ pada sikloheksana tanpa substituen biasanya sangat lambat atau tidak terjadi sama sekali.

Analogi :

Kumpulan bodyguard (atom karbon) yang merapat dan melingkar akan lebih sulit diserang daripada bodyguard (atom karbon) yang berjajar ke samping. Hal itu karena dalam posisi melingkar, mereka saling berdekatan dan dapat menahan serangan dari segala arah. Sama halnya dengan sikloheksana yang lebih sulit diserang nukleofil daripada 1-kloroheksana yang berantai lurus (alifatik).

Jadi, di antara 1-kloroheksana dengan sikloheksana yang lebih mudah terjadi reaksi SN₂ adalah 1-kloroheksana.

Nomor 21-bromopentana dengan 3-bromopentana

Gugus pergi bromin pada 1-bromopentana terikat pada atom karbon primer sehingga memiliki kestabilan yang lebih rendah daripada gugus pergi bromin pada 3-bromopentana yang terikat pada atom karbon sekunder. Pada 1-bromopentana, hambatan sterik hanya berasal dari interaksi antara 1 atom karbon tetangga dengan nukleofil. Sementara pada 3-bromopentana, hambatan sterik berasal dari interaksi antara 2 atom karbon tetangga dengan nukleofil.

Analogi :

Menyerang seseorang yang dijaga oleh 1 bodyguard lebih mudah daripada menyerang seseorang yang dijaga oleh 2 bodyguard. Hal ini terjadi karena adanya hambatan fisik.

Sementara itu, pada reaksi SN₂, terdapat hambatan sterik dari atom karbon tetangga yang mengikat atom karbon sasaran yang diserang oleh nukleofil.

Jadi, di antara 1-bromopentana dengan 3-bromopentana yang lebih mudah terjadi reaksi SN₂ adalah 1-bromopentana.

Nomor 32-bromo-2-metilheksana dengan 2-bromo-5- metilheksana

2-bromo-2-metilheksana memiliki 1 gugus metil yang dekat dengan atom karbon yang terikat bromin. Posisi metil yang dekat dapat menyebabkan hambatan sterik besar sehingga memperlambat terjadinya reaksi SN₂.

2-bromo-5-metilheksana memiliki 1 gugus metil yang berada pada posisi yang lebih jauh dari atom karbon yang terikat bromin. Jarak yang lebih jauh menyebabkan hambatan sterik lebih kecil.

Analogi :

Jika bodyguard tambahan dalam suatu kelompok berada dalam jarak yang lebih dekat dengan lokasi serangan maka akan lebih cepat merespons dan memberikan bantuan untuk menahan serangan.

Pada 2-bromo-2-metilheksana, substituen metil berada dalam jarak yang lebih dekat dengan gugus pergi bromida (pada posisi 2), sedangkan substituen metil pada 2-bromo-5-metilheksana berada dalam jarak yang lebih jauh (pada posisi 5). Oleh karena itu, pada 2-bromo-5-metilheksana, bodyguard tambahan (substituen metil) berada pada posisi yang kurang optimal untuk memberikan respons cepat terhadap serangan nukleofil sehingga lebih cepat terjadi reaksi SN₂.

Jadi, di antara 2-bromo-2-metilheksana dengan 2-bromo-5- metilheksana yang lebih mudah terjadi reaksi SN₂ adalah 2-bromo-5- metilheksana.

NOTE : Mekanisme reaksi ada pada lampiran, atom karbon yang diberi warna merah mempengaruhi besarnya hambatan sterik yang berpengaruh pada kecepatan reaksi SN₂.

PELAJARI LEBIH LANJUTMekanisme reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/19301917Produk reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/53938691Pengaruh reaktan pada reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/52611192Membandingkan kecepatan reaksi SN₂ : https://brainly.co.id/tugas/53965210

DETAIL JAWABAN

Kelas  : 12

Mapel : Kimia

Materi : Bab 7 Senyawa Karbon - Reaksi Kimia Organik

Kode Kategorisasi : 12.7.7

Kata kunci : sikloalkana, reaksi SN₂


12. Dalam suatu sel volta terjadi reaksi sn+2Ag+ -> Sn2+ + 2Ag jika E° timah = -0,14 volt dan E° perak= +0,80 volt, potensial sel adalah


Reaksi sel volta :

Sn + 2Ag⁺ ---> Sn²⁺ + 2Ag

E° Sn = -0,14 volt

E° Ag = +0,80 volt

makan potensial sek (E°sel) adalah  +0,94 volt

Pembahasan

[tex]\boxed{\boxed{\bold{Sel~Volta}}}[/tex]

Sel volta adalah rangkaian sel yang menghasilkan arus listrik searah ketika terjadi reaksi redoks spontan. Dalam sel volta digunakan dua buah elektrode yaitu Contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari prinsip sel volta adalah baterai dan aki.

1. Katode sebagai elektrode positif yang mengalami reaksi reduksi (penerimaan elektron)

2. Anode sebagai elektrode negatif yang mengalami reaksi oksidasi (pelepasan elektron)

KPAN

Katode : Positif

Anode : Negatif

[tex]\boxed{\boxed{\bold{Diket}}}[/tex]  

Reaksi sel volta :

Sn + 2Ag⁺ ---> Sn²⁺ + 2Ag

E° Sn = -0,14 volt

E° Ag = +0,80 volt

[tex]\boxed{\boxed{\bold{Ditanya}}}[/tex]  

Postensial sel (E°sel)

[tex]\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}[/tex]  

Postensial Sel (Esel)

Potensial Sel (Esel) merupakan beda potensial antara dua buah elektrode dalam sel volta. Sedangkan potensial sel yang diukur pada kedaaan standar yaitu suhu 25oC dengan konsnetrasi ion-ion 1M dan tekanan 1 atm disebut dengan potensial sel standar (E°sel). Dalam deret sel volta, elektrode yang lebih mudah mengalamai reduksi daripada elektrode hidrogen mempunya potensial elektrode bertanda positif, berada disebelah kanan elektrode hidrogen. Sedangkan elektrode yang lebih sukar mengalamai reduksi (mudah mengalami oksidasi) daripada elektrode hidrogen mempunya potensial elektrode bertanda negatif, berada disebelah kiri elektrode hidrogen.

[tex]\mathbf{Deret~Sel~Volta }[/tex]

Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Ni Co Sn Pb H Cu Hg Ag Pt Au

Semakin ke kanan kedudukan logam dalam deret sel volta maka logam akan semakin kurang reaktif (semakin sukar melepas elektron) dan kationnya merupakan oksidator yang semakin kuat. Logam yang berada disebelah kiri dapat mendesak atau mereduksi logam yang berada disebelah kanan.

Potensial sel standar (E°sel) dapat dihitung dengan menggunakan data potensial elektrode positif (katode) dan potensial elektrode negatif (anode).

E°sel = E°besar - E°kecil

E°sel = E°reduksi - E°oksidasi

E°sel = E°katode - E°anode

LANGKAH PERTAMA

Menentukan reaksi oksidasi dan reduksi

Oksidasi = kenaikan bilangan oksidasi

Reduksi = penurunan bilangan oksidasi

Reaksi sel volta :

Sn + 2Ag⁺ ---> Sn²⁺ + 2Ag

0       +1           +2          0

I____I_______I           I

          I____________I

atom Sn mengalami oksidasi dari biloks 0 menjadi biloks +2

atom Ag mengalami reduksi dari biloks +1 menjadi biloks 0

LANGKAH KEDUA

Menentukan potensial sel standar (E°sel) dapat dihitung dengan menggunakan data

E°sel = E°reduksi - E°oksidasi

E°sel = E°Ag - E°Sn

E°sel = (+0,80) - (-0,14)

E°sel = +0,80 + 0,14

E°sel = +0,94 volt

[tex]\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}[/tex]  

E°sel = +0,94 volt

[tex]\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }[/tex]  

Menentukan Eosel https://brainly.co.id/tugas/18488104 , https://brainly.co.id/tugas/1752449, https://brainly.co.id/tugas/20738534 Notasi sel https://brainly.co.id/tugas/20738534 Menentukan reaksi sel https://brainly.co.id/tugas/18150628, https://brainly.co.id/tugas/20738534 Elektrode, Reaksi sel, Notasi sel https://brainly.co.id/tugas/17332917#, https://brainly.co.id/tugas/12022559

 

              [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}[/tex]              

              [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}[/tex]

[tex]\mathbf{Detil~Jawaban }[/tex]  

Mapel : Kimia

Bab : Redoks dan Elektrokimia

Kelas : XII

Semester : 1

Kode : 12.7.2

Kata kunci : sel volta, katode, anode, reduksi, oksidasi, potensial sel, potensial sel standar


13. Dalam sel Volta terjadi reaksi: 3Sn2+ +Al →3Sn+ 2A13+. Jika E° Sn2+ | Sn = -0,14 volt danE° A13+Al= -1,66 volt, berapa harga potensialsel reaksi tersebut?​


Sel Volta

E° sel = E° reduksi - E° oksidasi

Sn mengalami reduksi (Biloks turun dari 2 ke 0)

Al mengalami oksidasi (Biloks naik dari 0 ke 3)

E° sel = -0,14 V - (-1,66 V)

= 1,52 Volt


14. beda potensial sel dari Fe + Sn2+ --> Fe2+ + Sn


E sel = E katode - E anode = E reduksi - E oksidasi = E Sn - E Fe = -0,14 - (-0,44) = +0,30

15. Setarakanlah reaksi – reaksi redoks metoda PBO di bawah ini!Cr2O7 2- + Sn2+ → Cr3- + Sn4- (asam)(TOLONG PAKAI CARANYA)​


Jawaban:

Diminta untuk setarakan persamaan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi

Cr_2O_7_{(aq)}^{2-} + C_2O_4^{2-}_{(aq)} \rightarrow Cr^{3+}_{(aq)} + CO_2{(g)}

Penyetaraan persamaan reaksi redoks dilakukan dengan dua konsep atau metode, yakni:

[a]. Metode perubahan bilangan oksidasi. Kenaikan bilangan oksidasi pada reaksi oksidasi disamakan dengan penurunan bilangan oksidasi pada reaksi reduksi.

[b]. Metode setengah reaksi. Pelepasan sejumlah elektron pada setengah reaksi oksidasi diimbangi dengan pengikatan (atau penangkapan) sejumlah elektron pada setengah reaksi reduksi.

⇒ Dalam suasana asam, bagian reaksi yang kekurangan oksigen (O) ditambah H₂O sebanyak kekurangan atom O, sedangkan bagian reaksi yang kekurangan hidrogen (H) ditambah ion H^+H

+

.

⇒ Dalam suasana basa, bagian reaksi yang kelebihan oksigen (O) ditambah H₂O, sedangkan bagian reaksi yang kekurangan hidrogen (H) ditambah ion OH^-OH

.

⇒ Penambahan elektron terhadap bagian reaksi dengan total muatan yang lebih positif, mengingat elektron bermuatan -1 sehingga menjadi pengurang total muatan.

Kembali ke soal yang sedang ditanyakan, bagaimana menyetarakan persamaan reaksi redoks dari

Cr_2O_7^{2-}_{(aq)} + C_2O_4^{2-}_{(aq)} \rightarrow Cr^{3+}_{(aq)} + CO_2{(g)}

Pada katoda terjadi peristiwa reduksi dari Cr_2O_7^{2-}~menjadi~Cr^{3+}Cr

2

O

7

2−

menjadi Cr

3+

di mana terjadi penurunan bilangan oksidasi krom dari +6 menjadi +3.

Pada anoda terjadi peristiwa oksidasi dari C_2O_4^{2-}~menjadi~CO_2C

2

O

4

2−

menjadi CO

2

di mana terjadi kenaikan bilangan oksidasi karbon dari +3 menjadi +4.

Perhatikan setengah reaksi redoks yang berlangsung dalam suasana asam berikut ini.

\boxed{Katoda: Cr_2O_7^{2-} + 14H^+ + 6e \rightarrow 2Cr^{3+} + 7H_2O}

Katoda:Cr

2

O

7

2−

+14H

+

+6e→2Cr

3+

+7H

2

O

\boxed{Anoda: C_2O_4^{2-} \rightarrow 2CO_2 + 2e}

Anoda:C

2

O

4

2−

→2CO

2

+2e

Pada reaksi katoda, setelah menyamakan jumlah atom Cr, total muatan ruas kiri adalah (-2) + (+14) = +12, sedangkan total muatan ruas kanan adalah (+6) + 0 = +6, dengan demikian terdapat penambahan sebanyak 6 elektron di ruas kiri agar seimbang.

Pada reaksi anoda, setelah menyamakan jumlah atom C, total muatan ruas kiri adalah -2, sedangkan total muatan ruas kanan adalah nol karena berupa molekul unsur netral, dengan demikian terdapat penambahan sebanyak 2 elektron di ruas kanan agar seimbang.

Reaksi reduksi dikalikan 1 dan reaksi oksidasi dikalikan 3, seperti ini:

\boxed{Katoda: Cr_2O_7^{2-} + 14H^+ + 6e \rightarrow 2Cr^{3+} + 7H_2O}

Katoda:Cr

2

O

7

2−

+14H

+

+6e→2Cr

3+

+7H

2

O

\boxed{Anoda: 3C_2O_4^{2-} \rightarrow 6CO_2 + 6e}

Anoda:3C

2

O

4

2−

→6CO

2

+6e

Perkalian tersebut dilakukan untuk menyamakan jumlah elektron. Selanjutnya, setelah dijumlahkan maka reaksi redoks dari kedua setengah reaksi tersebut adalah sebagai berikut:

Cr_2O_7^{2-} + 3C_2O_4^{2-} + 14H^+ \rightarrow 2Cr^{3+} + 6CO_2 + 7H_2OCr

2

O

7

2−

+3C

2

O

4

2−

+14H

+

→2Cr

3+

+6CO

2

+7H

2

O

Jadi sekali lagi, inilah hasil penyetaraan reaksi redoks yang berlangsung dalam suasana asam. Silakan disimak:

\boxed{Cr_2O_7^{2-} + 3C_2O_4^{2-} + 14H^+ \rightarrow 2Cr^{3+} + 6CO_2 + 7H_2O }

Cr

2

O

7

2−

+3C

2

O

4

2−

+14H

+

→2Cr

3+

+6CO

2

+7H

2

O

-


16. Pertimbangkan reaksi I- dengan CH3CH2Cl. (Sebuah). Apakah Anda mengharapkan reaksi menjadi SN1 atau SN2? Konstanta laju reaksi pada 60o adalah 5x10-5 liter mol-1 detik-1. (b). Berapa laju reaksi jika [I-] = 0,1 mol liter-1 dan [CH3CH2Cl] = 0,1 mol liter-1? (c). Jika [I-] = 0,1 mol liter-1 dan [CH3CH2Cl] = 0,2 mol liter-1? (d). Jika [I-] = 0,2 mol liter-1 dan [CH3CH2Cl] = 0,1 mol liter-1? (e). Jika [I-] = 0,2 mol liter-1 dan [CH3CH2Cl] = 0,2 mol liter-1?


maaf saya ngak bisa ngebantu

17. reaksi berikut ininyg merupakan reaksi reduksi adalahA. H2O=>H2O2B. MnO=>Mn4+C. Sn4+=>Sn2+D. K=>K+E. Cu2+ +S2- => CuS​


Jawaban:

D. K -> K+

Penjelasan:

Reaksi reduksi adalah reaksi dimana terjadi pengurangan jumlah elektron.

K -> K+

Dalam reaksi berikut terjadi pengurangan elektron, yaitu jumlah elektron dari atom Kalium berkurang satu sehingga menjadi K+.

Semoga Membantu:)


18. Reaksi Sn ------ Sn2+ + 2 e ,merupakan jenis reaksi


Jawaban:

Sn ===> Sn^2+ + 2e

Melepaskan elektron (posisi e disebelah kanan panah/sebagai produk)

disebut reaksi okdidasi


19. Latihan soal : 1. Diketahui reaksi sebagai berikut: Cu2+ + 2e ↔ Cu E0 = +0,34 Volt Cr3+ + 3e- ↔ Cr E0 =-0,74 volt Tentukan notasi potensial sel dan diagram selnya! 2. Jika diketahui reaksi sel sebagai berikut: Sn2+ + 2e ↔ Sn E0 = -0,14 Volt Zn 2+ + 2e- ↔ Zn E0 = -0,76 Volt Tentukan potensial sel reaksi Zn + Sn2+ ↔ Zn2+ + Sn 3. Diketahui potensial sel standar: Mg 2+ + 2e ↔ Mg E0=-2,37 Volt Cu2+ + 2e ↔ Cu E0=+0,34 Volt a. Hitung E0 sel kedua electrode tersebut! b. Tuliskan reaksi electrode dan reaksi selnya! 4. Diketahui data berikut : Ag+ + e ↔ Ag E0=+0,80 Volt Cu2+ + 2e ↔ Cu E0=+0,38 volt Tentukan apakah reaksi berikut dapat berlangsung? (reaksi dapat berlangsung jika nilai E0 positif/atau lebih besar nol)


Jawaban:

1. 0,74 volt

2. 2+ + 2e- ↔ Zn E0 = -0,76

3. Mg E0=-2,37 Volt

Cu2+

4. Ag E0=+0,80 Volt

Cu2+ + 2e ↔ Cu E0=+0,3

Penjelasan:

semoga membantu


20. Diketahui Zn + Cu2+ -> Zn2+ + Cu E°=+1,10 v Sn2+ + 2e- -> Sn E°=-0,14 v Cu2+ +2e- -> Cu E°=+0,34 v Harga potensial reaksi: Zn + Sn2+ -> Zn + SN adalah


Zn + Cu2+ ===>Zn+2 +Cu E = +1,10 V
Sn2+ + 2e ====> Sn E = -0,14 V
Cu ===> Cu2+ + 2e E = -0,34

Reaksi total:

Zn + Sn2+ ====> Zn2+ + Sn

E sel = (+1,10)+(-0,14)+(-0,34) = +1,10 - 0,14 - 0,34 = +0,62 V

Jadi potensial selnya adalah +0,62 V

21. Menggunakan metode setengah-persamaan tentukan persamaan Neto Redoks diseimbangkan untuk reaksi: Cr2O72-(aq) + Sn(s) > Cr3+(aq) + Sn2+(aq)


Mapel: Kimia
Kelas: X
Materi: Reaksi Redoks
Kata Kunci: Setengah Reaksi

Aturan-aturan untuk menentukan Bilangan Oksidasi

• Unsur bebas mempunyai biloks =0 Contoh → H,N,Fe berturut-turut dalam H2, N2, dan Cl= 0

• Fluorin, unsur yang mempunyai biloks -1

• Golongan I (logam alkali ) biloks = +1 contoh: Li, Na, K, Rb, Cs

• Golongan II (Alkali Tanah) biloks = +2 contoh = Be, Mg, Ca, Sr, Ba

• biloks suatu unsur dalam suatu ion tunggal sama dengan muatannya Contoh: biloks Fe dalam ion Fe²+ = +2 S²- = 2-

• Biloks H umumnya= +1, kecuali dalam senyawa dengan logam maka biloks = -1 Contoh: NaH BaH2 = -1

• biloks O umunya = -2 Contoh: biloks O dalam H2O, MgO = -2 kecuali
-Dalam Fe2O = +2
-Dalam Peroksida, seperti H2O2, biloks O = -1 -Dalam Senyawa superoksida, seperti KO2 biloks O= -1/2
-Dalam senyawa terner, biloks O selalu = -2
-Dalam senyawa biner, biloks O belum tentu = +2

• biloks halogen, sperti F, Cl, I, Br, At = -1

• biloks O dalam unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0 Contoh: H2SO4= 0

• bilols unsur-unsur dalam senyawa poliatom = muatannya contoh = SO4²- = -2

• biloks dalam senyawa ion = muatan kation dan anionya.

Step 1
pisahkan kedua muatan menjadi 2 bagian

Step 2
setarakan atom
starakan oksigen
setarakan hidrogen
setarakan muatan

Step 3
Samakan elektron di kedua reaksi
jumlah kan persamaan

..Selesai..

22. Diagram sel yang tepat untuk gambar tersebut adalah .... A. Al| Al3+||Sn2+|Sn B. Al3+|Al||Sn|Sn2+ C. Sn2+| Sn || Al| Al3+ D. Sn2+|Sn|| Al3+| Al E. Sn|Sn2+||Al3+|Al


Jawaban:

karena tidak ada gambarnya, sehingga saya gunakan metode deret volta

Al +3   <  Sn+2 , deret volta

kiri          kanan

jadi diagram sell =>>  

- oksidassi // reduksi, jika ada reaksi

- kiri//kanan, jika ada deret volta

- negatif//positif,jika ada data potensial reduksi

jawab : A. = Al| Al3+||Sn2+|Sn

                     oksidasi//reduksi

                     kiri// kanan

Penjelasan:

jadikan yang terbaik ya


23. Suatu sel Volta mengalami reaksi setimbang berikut : Sn2+(aq) + 2Ag+(aq) --> Sn4+(aq) + 2Ag(s) Tindakan yang tepat untuk mengubah sehingga nilai potensial sel (Esel) meningkat adalah A. Meningkatkan [Sn2+] B. Menurunkan [Ag+] C. Meningkatkan [Sn4+] D. Memperkecil ukuran elektroda Ag E. Tidak dapat ditingkatkan


Esel = Ered - Eoks - ( RT/nF x ln Q)

pada reaksi keatimbangan ln Q diganti dengan ln K

K = [Sn4+][Ag]^2 / [Sn2+][Ag+]^2

agar Esel naik maka ln K harus kecil berarti
nilai K juga harus kecil maka harus menurunkan konsentrasi Ag+



24. Al + Sn2+ --> Al3+ + Sn.............................E = +2,98 v Ni2+ + 2e --> Ni..........................................E = -0,23 v Sn2+ + 2e -->Sn.........................................E = -0,14v maka potensial sel untuk reaksi Al + Ni2+ --> Al3+ + Ni adalah..



→ sel elektrokimia

Al + Sn²⁺ → Al³⁺ + Sn ... E = +2,98 v
Ni²⁺ + 2e → Ni ... E = -0,23 v
Sn²⁺ + 2e → Sn ... E = -0,14 v

susun reaksi
Al + Sn²⁺ → Al³⁺ + Sn ... E = +2,98 V
Ni²⁺ + 2e → Ni ... E = -0,23 V
Sn → Sn²⁺ + 2e ... E = 0,14 V
——————————————— +
Al + Ni²⁺ --> Al³⁺ + Ni ... E = 2,89 V


25. Tuliskan konfigurasi elektron dari Zn2+ Sn2+ Bi3+ Te2+


Jumlah elektron Zn^2+ = 30 - 2 = 28
Konfigurasi elektron Zn^2+ :
[ Ar ] 3d^10

Jumlah elektron Sn^2+ = 50 - 2 = 48
Konfigurasi elektron Sn^2+ :
[ Kr ] 5s² 4d^10

Jumlah elektron Bi^3+ = 83 - 3 = 80
Konfigurasi elektron Bi^3+ :
[ Xe ] 6s² 4f¹⁴ 5d^10

Jumlah elektron Te^2+ = 52 - 2 = 50
Konfigurasi elektron Te^2+ :
[ Kr ] 5s² 4d^10 5p²

26. Jika diketahui: Zn2+ + 2e → Zn​​E° = -0,76 V Sn2+ + 2eˉ → Sn​​E° = -0,14 V Maka potensial standar bagi reaksi Zn + Sn2+ → Zn2+ + Sn adalah . . . .


E° Zn = -0,76 ([tex] \red{anode} [/tex])

E° Sn = -0,14 ([tex] \red{katode} [/tex])

E° sel = katode - anode

E° sel = -0,14 - (-0,76)

E° sel = -0,14 + 0,76

E° sel = [tex] \green{+0,62} [/tex]


27. Pada reaksi Sn + 2Ag+ → Sn2+ + 2Ag Nilai E0 dari Sn+2I Sn = -0,14 dan E0 Ag+IAg = +0,82


Jawaban:

hasilnya +0,96

Penjelasan:

Eo Sn+ | Sn= -0,14 ini yang akan mengalami reaksi oksidasi karena memiliki potensial reduksi lebih kecilEo Ag+ | Ag= +0,82 ini yang akan mengalami reaksi reduksi karena memiliki potensial reduksi lebih besarrumus mencari Eo dari larutan tersebut adalah Eo = Eo reduksi - Eo oksidasimaka didapat Eo = +0,82 - ( -0,14)= +0,96

28. kimia senyawa yang terbentuk dari kation sn2+ dan anion so42- adalah​


Jawaban:

SnSO4

Nama senyawa: Timah ( II ) Sulfat


29. Tuliskan reaksi sel untuk sel volta berikut ini : Fe(s) Fe2+(aq) dan Sn2+(aq) Sn(s)a.Sn2+(aq) + Fe2+(s) --> Sn(s) + Fe(s)b.Fe(s) + Fe2+(aq) --> Sn2+(aq) Sn(s)c.Fe2+ + Sn(s) --> Fe(s) + Sn2+(aq)d.Fe(s) + Sn(s) --> Fe2+ + Sn2+(aq)e.Fe(s) + Sn2+(aq) --> Fe2+ + Sn(s)​


Jawaban: a.

Penjelasan:

SEMOGA MEMBANTU


30. Reaksi pembentukan eter dengan reaksi sintesis eter Williamson berlangsung dengan mekanisme Substitusi Nukleofilik Bimolekular (SN2). Jelaskan pengaruh penggunaan reaktan alkil halida dalam reaksi tersebut!​


Reaksi kimia merupakan salah satu proses di mana suatu zat dapat diubah menjadi satu beberapa zat yang berbeda dan dapat menghasilkan suatu produk yang baru. Berdasarkan soal, dapat disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan reaktan alkil halida dalam reaksi tersebut yaitu mempercepat terjadinya reaksi atau sebagai katalisator.

Pembahasan:

Pada saat kita belajar mata pelajaran Kimia maka kita akan mempelajari berbagai hal dan reaksi kimia. Ketika kita mendengar kata kimia maka kita akan berpekir bahwa suatu zat yang berbahaya bagi manusia. Padahal tidak semua zat kimia berbahaya bagi kehidupan manusia. Reaksi kimia merupakan salah satu proses di mana suatu zat dapat diubah menjadi satu beberapa zat yang berbeda dan dapat menghasilkan suatu produk yang baru. Berdasarkan soal, dapat disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan reaktan alkil halida dalam reaksi tersebut yaitu mempercepat terjadinya reaksi atau sebagai katalisator.

Pelajari lebih lanjut

Materi tentang pengertian reaksi kimia https://brainly.co.id/tugas/1056427

#BelajarBersamaBrainly

#SPJ1


31. Dalam suatu sel volta terjadi reaksi ;Sn + 2Ag+ → Sn2+ + 2AgEº Sn2+|Sn Eº = -0,14 voltEº Ag+|Ag Eº = +0,80 volt,harga potensial sel reaksi tersebut adalah….A. 1,88 voltB. 1,74 voltC. 0,94 voltD. 0,36 voltE. -0,94 volt


E° = 0,8 - (0,14) = 0,8 + 0,14 = 0,94 volt

#smoga membantu

32. Dalam suatu sel volta terjadi reaksi: Sn(s) + 2 Ag+(aq) --> Sn2+(aq) + 2 Ag(s) Jika E*timah = -0,14 volt dan E*perak = +0,80 maka potensial sel adalah... * = derajat


Sn mengalami oksidasi (Sn/Sn2+), Ag mengalami reduksi. potential (E sel= 0.14+0.80 = 0.94 volt

33. Perubahan berikut merupakan reaksi reduksi, kecuali... A. Sn4+ -> sn2+ B. 2O2- -> O2 C. 2ClO -> 2Cl-


A. Reaksi reduksi karena terjadi penurunan bilangan biloks

B. Bukan reaksi reduksi ataupun oksidasi karena tidak terjadi perubahan biloks

C. 2ClO== 2Cl+ 2(-2) == 2Cl-4 2Cl=+4 Cl=+2
2Cl-== -2
Terjadi penurunan bilangan biloks dari +2 menjadi -2


Sehingga jawaban yang mungkin hanya obsen B

34. Sn2(CrO4)4 nama senyawanya apa


Sn₂(CrO₄)₄ = timah(IV) kromatTimah (IV) kromat

Semoga Membantu

35. Tentukan potensial standar untuk reaksi berikut sn (s) + pb2+ ---- SN2+ (aq) + pb(s)


Sn2+(aq) + 2 e¬ → Sn          Eo = -0,14
 

Pb2+(aq)  + 2 e¬ →  Pb         Eo = -0,13

Eo sel = - 0,13 - (- 0,14)
Eo sel = + 0,01




36. Diketahui data potensial elektrode :Al3+  + 3e  →  Al      Eo = -1,76 VSn2+  + 2e →  Sn      Eo = -0,14 VMaka potensial yang dihasilkan oleh reaksi Al ǀ Al3+ ǀǀ Sn2+ ǀ Sn adalah ....A.    -1,62              B.     +1,62             C.     -1,90D.    +1,90E.     +3,10​


Jawaban:

B

Penjelasan:

Pada reaksi diatas artinya Al mengalami oksidasi dan Sn mengalami reduksi

E° = E° reduksi - E° oksidasi

= -0,14 - (-1,76)

= -0,14 + 1,76

= +1,62

Follow & jadikan jwbn terbaik

37. Setarakanlah reaksi redoks dibawah ini : Fe3+ + Sn2+  Fe2+ + Sn4+


Jawaban:

1. Fe³⁺ + Sn²⁺  ⇒ Fe²⁺ + Sn⁴⁺

Caranya :

Buatlah reaksi yang mengalami reduksi dan oksidasi dengan cara :

                Oksidasi

           |---------------------|

Fe³⁺ + Sn²⁺  ⇒ Fe²⁺ + Sn⁴⁺

+3        +2         +2       +4

|---------------------|

    Reduksi

Setarakan jumlah ion dengan menambah elektron.

Oksidasi : Sn²⁺ ⇒ Sn⁴⁺ + 2e

Reduksi : Fe³⁺ + e ⇒ Fe²⁺

Setarakan jumlah muatan pada kedua reaksi kemudian jumlah kedua reaksi.

Oksidasi : Sn²⁺ ⇒ Sn⁴⁺ + 2e      ║×1

Reduksi : Fe³⁺ + e ⇒ Fe²⁺         ║×2

_____________________________

Oksidasi : Sn²⁺ ⇒ Sn⁴⁺ + 2e

Reduksi : 2Fe³⁺ + 2e ⇒ 2Fe²⁺

__________________________

2Fe³⁺ + Sn²⁺ ⇒ 2Fe²⁺  + Sn⁴⁺

Penjelasan:

Maaf kl salah

Semoga membantu


38. dalam suatu sel volta terjadi reaksi: Sn 2Ag-> Sn2 2Ag E0 Sn2 |Sn = -0,14 dan E0 Ag |Ag =0,80 volt, harga potensial sel reaksi tersebut adalah A.1,88 volt B.1,74 volt C. 0,94 volt D. 0,36 volt E. -0,94 volt


katoda (reaksi reduksi) =0,80
anoda (reaksi oksidasi) = -0,14
Eo sel = Eo katoda- Eo anoda
= 0,80-(-0,14)
= 0,94 volt
Jawab = C

39. Diketahui data potensial elektroda sebagai berikut: Sn2+ + 2e → Sn E° = +0,13 v Fe2+ + 2e → Fe E° = +0,77 Dari data tersebut, potensial sel yang dihasilkan dari reaksi: Sn + Fe2+ → Sn2+ + Fe adalah...


E°=E katode - E anode
=0,77 - 0,13
=0.64 v

maaf kalo salah

40. Berdasarkan data berikut :Fe2+ + 2e → Fe, E° = -0,44 VPb2+ + 2e → Pb, E° = -0,13 VZn2+ + 2e → Zn, E° = -0,76 VSn2+ + 2e → Sn, E° = -0,14 VReaksi yang tidak dapat berlangsung spontan adalah….A. Sn / Sn2+ // Pb2+ / PbB. Zn / Zn2+ // Sn2+ / SnC. Pb / Pb2+ // Zn2+ / ZnD. Fe / Fe2+ // Pb2+ / PbE. Zn / Zn2+ // Fe2+ / Fe


C. Pb / Pb2+ // Zn2+ / Zn
Esel = reduksi - oksidasi
= -0,76 - (-0,13)
= -0,76 + 0,13
= -0,63 volt

Esel negatif = tidak spontan


@kimiaischemistry

Video Terkait

Kategori kimia